Wacana DIY Lockdown Harus Didukung Semua Pihak

Politikus Partai Gerindra DPRD DIY Retno Sudiyani. - Ist/DPRD DIY.
19 Juni 2021 10:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY memberikan respons positif terhadap wacana lockdown total yang disampaikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. Wacana itu diterapkan jika masyarakat masih ngeyel dan tidak bersedia mematuhi protokol kesehatan.

Sebagaimana diketahui kasus positif Covid-19 di DIY terus merangkak naik setiap harinya. Pada Jumat (18/6/2021) terdapat penambahan 592 kasus positif, sehingga total kasus terkonfirmasi positif di DIY menjadi 51.338 kasus. Sedangkan penambahan kasus sembuh sebanyak 237 kasus, sehingga total sembuh menjadi 45.080 Kasus. Kasus pasien Covid-19 meninggal sebanyak 12 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 1.342 kasus.

“Wacana untuk mengisolasi secara total atau lockdown daerah sebaiknya didukung semua pihak. Karena tujuannya adalah untuk menyelamatkan seluruh masyarakat dari penularan Covid-19,” ungkap Sekretaris Komisi A DPRD DIY Retno Sudiyanti, Sabtu (19/6/2021).

Ia menegaskan dukungannya terhadap wacana tersebut. Retno meyakini Pemda DIY telah melakukan berbagai kalkulasi jika wacana itu benar-benar diterapkan dan DIY dilockdown. “Tentu penerapannya melalui berbagai pertimbangan yang matang, termasuk dampak ekonominya, prinsipnya kami mendukung,” ujarnya.

Retno menambahkan kenyataan tingginya kasus Covid-19 ini harus disikapi secara bijak cepat dan bersama-sama seluruh masyarakat. Di kalangan eksekutif, seluruh aparatur yang terlibat harus berupaya meningkatkan intensitas dalam menerapkan Instruksi Gubernur Nomor 15/INSTR/2021 tentang PPKM Mikro yang baru diterbitkan beberapa hari lalu. Pengawasan harus lebih ditingkat lagi untuk memantau ketaatan penerapan protokol kesehatan.
“Terutama memantau agar seluruh masyarakat secara sungguh-sungguh berdisiplin tinggi. Di sisi lain masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk mematuhi protokol Kesehatan, karena ini demi kebaikan bersama untuk bisa keluar dari kondisi pandemi ini,” kata politikus Partai Gerindra ini.

Sebelumnya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X membuka opsi lockdown jika masyarakat tidak patuh terhadap protokol kesehatan dan kasus Coronavirus Disease (Covid-19) di Bumi Mataram terus naik.

Sultan mengatakan lockdown merupakan salah satu cara ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sudah tidak efektif. “Kita kan belum tentu bisa cari jalan keluar, yo satu-satunya cara ya lockdown, totally kan gitu. Kita kan sudah bicara PPKM ini kan sudah bicara nangani di RT, RW, pedukuhan, kalau itupun gagal mobilitasnya seperti ini ya kan, kalau weekend, ya terus mau apalagi, ya lockdown,” kata Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan.