3.000 Pedagang dan Pelaku Wisata di Bantul Bakal Divaksin Massal, Cek Jadwalnya!

Foto ilustrasi: Petugas memeriksa kupon peserta vaksinasi COVID-19 yang dibagikan kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
24 Juni 2021 15:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan melakukan vaksinasi ke 3.000 pedagang dan pelaku wisata di pantai selatan Bantul, pada Rabu (30/6/2021) dan Kamis (1/7/2021) mendatang.

Untuk memudahkan vaksinasi, sekaligus mencegah terjadi kerumunan, vaksinasi pedagang dan pelaku wisata akan dilakukan di beberapa titik di sepanjang Pantai Selatan Bantul.

"Semakin banyak titik untuk vaksinasi akan semakin baik," kata Sekda Bantul Helmi Jamharis, usai rapat koordinasi vaksinasi pedagang pantai selatan, di Gedung Parasamya, Kamis (24/6/2021).

Helmi mengungkapkan, saat ini pihak kapanewon dan kalurahan di masing-masing yang memiliki objek wisata di pantai selatan Bantul berkoodinasi dengan kelompok pedagang agar vaksinasi yang dilakukan oleh Pemkab Bantul bisa diikuti semua pedagang dan pelaku wisata.

"Saat ini mereka sedang berusaha mendorong agar vaksinasi bisa maksimal. Karena untuk titik vaksinasi, nantinya bisa lebih dari lima titik," imbuh Helmi.

BACA JUGA: Ingin Kurangi Konsumsi Makanan Olahan selama Pandemi? Begini Tipsnya

Helmi juga mengakui jika kemungkinan target vaksinasi yang dilakukan selama dua hari itu bisa saja tidak tercapai. Meski demikian, ada kebijakan dari Pemkab jika pedagang dan pelaku wisata yang telah divaksin diperbolehkan melakukan kegiatan di pantai selatan.

"Nanti yang sudah divaksin sudah boleh berkegiatan. Untuk itu perlu sosialisasi agar mereka hadir dan mengikuti vaksinasi pada Rabu dan Kamis tersebut," ucap Helmi.

Mengenai sanksi kepada pelaku wisata dan pedagang yang tak ikut vaksinasi, Helmi menyatakan secara konkret di rapat koordinasi belum muncul.

"Tapi pak Kapolres dan pak Dandim telah mencitir terhadap regulasi yang mengatur masyarakat yang tidak mau vaksin akan ada sanksinya. Minimal tidak boleh berdagang dulu," kata Helmi.

Terpisah, Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Bantul Abednego Dani Nugroho mengatakan stok vaksin untuk vaksinasi massal pedagang dan pelaku wisata di pantai selatan Bantul masih mencukupi. Nantinya para pelaku wisata dan pedagang akan menggunakan vaksin Sinovac. Sebab masih ada sekitar 24.000 dosis vaksin Sinovac.

"Sementara untuk 42.000 dosis vaksin AstraZeneca yang ada sudah habis. Nanti kami tinggal siapkan untuk vaksinatornya. Intinya vaksin cukup dan siap," tandas Abed.