Sleman Zona Merah, Tempat Ziarah dan Gereja Ditutup

Banner tentang penutupan Goa Maria Sendang Sriningsih dipasang di jalan menuju lokasi tempat peziarahan. - Ist
24 Juni 2021 08:57 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Kasus Covid-19 yang terus bertambah di Kabupaten Sleman membuat pengelola Goa Maria Sendang Sriningsih menutup lokasi peziarahan untuk umum. 

Ketua Pengelola Sriningsih, Stefanus Waluyo mengatakan penutupan tempat peziarahan yang berada di Dusun Jali, Gayamharjo, Prambanan, Sleman tersebut dilakukan sejak Sabtu (19/6/2021) pekan lalu sampai ada pemberitahuan selanjutnya. 

"Di daerah Sriningsih ada [yang positif Covid-19]," kata Waluyo kepada Harianjogja.com, belum lama ini.

Ia pun meminta doa agar penduduk di sekitar tempat peziarahan itu segera pulih dari sakit yang disebabkan oleh virus Sars-CoV-2 tersebut. 

Sementara beberapa Gereja Katolik di Sleman juga sudah menutup kegiatan Misa sejak Minggu (20/6/2021) lalu. Seperti Gereja Fransiskus Xaverius (FX) Wilayah Cangkringan, Paroki Santo Petrus dan Paulus Babadan.

Gereja yang terletak di Dusun Karanglo, Cangkringan, Sleman ini mulai menutup kegiatan Ekaristi mingguan maupun harian sejak Minggu (20/6/2021) lalu. Umat bisa mengikuti Misa online yang disiarkan Paroki maupun siaran langsung di TVRI.

Baca juga: Masa Kedaluwarsa Vaksin Sebentar Lagi, Vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul Dikebut

Salah satu umat Gereja FX Cangkringan, Bernardus mengatakan penutupan kegiatan peribadatan tersebut dilakukan demi mencegah penularan Covid-19. "Sebagai umat saya tidak masalah karena demi kebaikan kita semua.Ya meski beribadat dari rumah, kita juga harus tetap menjalankan protokol kesehatan," katanya.

Hal yang sama juga dilakukan Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Somohitan, Turi. Dalam surat edaran tentang Evaluasi Koordinasi Pelaksanaan Protokol Kesehatan dalam Peribadatan di Gereja Santo Yohanes Rasul Somohitan, disampaikan bahwa Ekaristi offline atau tatap muka pada Minggu (27/6/2021) mendatang ditiadakan.

"Namun perayaan Ekaristi secara online tetap dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB," tulis Ketua Dewan Pastoral Paroki, Rafael Tri Wijayanto, Pr, seperti dikutip dari SE yang diterima Harianjogja.com.