Sensus Ekonomi Gunungkidul Selesai, Pengolahan Data Selesai Desember
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty (tengah) saat menjelaskan berkaitan dengan stok vaksin corona kepada Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dalam sidak yang dilakukan di ruang penyimpanan vaksin milik Dinas Kesehatan, Rabu (23/6/2021)-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Kesehatan Gunungkidul harus mempercepat proses vaksinasi karena masa izin edar vaksin yang hampir habis lantaran kedaluarsa ada yang sampai akhir Juni hingga September mendatan. Total stok yang tersimpan di gudang penyimpanan hampir 20.000 dosis vaksin corona.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, untuk jenis vaksin ada dua, yakni AstraZeneca dan Sinovac. Ia tidak kedua jenis vaksin ini memiliki masa edar yang tidak lama lagi. Sebagai contoh, AstraZeneca yang stoknya masih sekitar 490 dosis izin edarnya akan habis akhir Juni ini. Sedangkan untuk Sinovac ada 19.450 dosis akan habis edarnya di Oktober mendatang.
Terkait dengan masa izin edar yang mau habis, Dewi mengakui kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Gunungkidul karena daerah lain juga mengalami hal yang sama. Menurut dia, hal tersebut bukan suatu hal yang harus diperdebatkan karena terpenting penggunaan tidak melebihi masa kedaluarsa. “Tidak ada yang harus disalahkan terkait dengan izin edar. Tapi, kami juga antisipasi tidak menyimpan banyak stok agar tidak ada yang melewati izin edarnya,” katanya, Rabu (23/6/2021).
BACA JUGA: Objek Wisata di Gunungkidul Diminta Ditutup Sabtu-Minggu
Disinggung adanya dugaan penimbunan vaksin, Dewi menampik hal tersebut. Menurut dia, penggunaan vaksin disesuaikan dengan izin masa edar. Dikarenakan Vaksin AstraZeneca kedaluarsanya sampai akhir Juni maka jadi prioritas digunakan terlebih dahulu.
“Hari ini [kemarin] sudah didistribusikan ke puskemas sehingga tidak ada stok lagi. Setelah habis, kami akan gunakan yang jenis Sinovac dan rencananya dimulai Juli mendatang,” ungkapnya.
Dewi pun optimistis penggunaan vaksin ini tidak akan melebihi dari masa izin edar. Keyakinan tersebut tidak lepas adanya mobilisasi warga yang dilakukan pihak kapanewon maupun kalurahan ke lokasi vaksin.
“Sempat ada kendala minimnya warga yang mau divaksin karena dari 300 dosis yang disediakan yang dipakai hanya puluhan dosis. Tapi sekarang sudah ada perbaikan dengan partisipasi dari kalurahan maupun kapanewon guna memobolisasi warga datang ke tempat vaksin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Indomaret bersama Pemkab Magelang menggelar pelatihan kewirausahaan dan menyerahkan dua gerobak usaha untuk mendorong UMKM lokal naik kelas
DPR mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan. Salah satu aturan baru melarang perusahaan menahan ijazah dan dokumen pribadi pekerja.
VR46 menampilkan livery khusus bermotif garuda untuk MotoGP Mandalika 2026. Simbol keberanian itu menghiasi motor Morbidelli dan Di Giannantonio.
Kunjungan wisatawan Gunungkidul mencapai sekitar 4,5 juta orang hingga awal Oktober 2026. PAD retribusi wisata tembus Rp56,17 miliar.
Produksi The Batman Part II dihentikan sementara setelah Matt Reeves fokus mengurus keluarga. Film masih dijadwalkan tayang Februari 2028.