Destinasi Wisata Candi di Sleman Ditutup

nPetugas melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan Ratu Boko Prambanan. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak\\n
24 Juni 2021 11:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menutup sementara beberapa wisata cagar budaya di wilayah Yogyakarta. Upaya ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY, Zaimul Azzah mengatakan penutupan candi-candi untuk kegiatan wisata dilakukan mulai Rabu (23/6/2021) hingga 2 Juli mendatang atau selama 10 hari. "Iya, memang layanan kunjungan ke candi kami tutup sementara sesuai surat edaran dari Dirjenbud menyikapi kondisi pandemi saat ini," kata Azzah kepada Harian Jogja, Rabu (23/6/2021).

Sebelumnya, lanjut Azzah, candi-candi yang tersebar disejumlah titik di Sleman dibuka untuk kegiatan wisata. Namun sejak terjadi lonjakan kasus penyebaran virus Corona sejak awal Juni ini, Dirjenbud memilih untuk menghentikan operasional wisata candi.

"Selama ini kami buka terus. Nah, edaran terakhir ini lebih menyikapi pada lonjakan kasus covid yang begitu tinggi [tidak hanya di Sleman tetapi juga] di berbagai wilayah," kata Azzah.

Adapun Kepala Unit Penyelamatan, Pengembangan, dan Pemanfaatan BPCB DIY Muhammad Taufik menjelaskan sejumlah situs cagar budaya yang ditutup sementara waktu meliputi Candi Prambanan, Candi Sambisari, dan Candi Kalasan.

Baca juga: Masa Kedaluwarsa Vaksin Sebentar Lagi, Vaksinasi Covid-19 di Gunungkidul Dikebut

Selanjutnya, Candi Sari, Candi Barong, Candi Banyunibo, Candi Ijo, Candi Gebang, Candi Kedulan. Dua lokasi lainnya yang ditutup sementara untuk kegiatan wisata adalah Situs Ratu Boko serta Situs Warungboto. "Penutupan dilakukan karena situasi pendemi Covid-19 yang saat ini. Jadi untuk mencegah terjadinya penularan," ujarnya.

Operasional kembali wisata candi akan dilakukan seiring perkembangan pandemi. Bila kasus penularan Covid-19 di DIY masih tinggi maka BPCB tentu akan memperpanjang kebijakan tersebut. Sebaliknya, jika kasus terus menurun maka operasional kembali dapat dilakukan mulai 3 Juli mendatang.

Meskipun saat ini belum ada laporan pengelola destinasi wisata candi yang terpapar Covid-19, kebijakan tersebut diambil untuk melindungi semua pihak. "Untuk melindungi diri, keluarga dan orang lain dari paparan Covid-19 semua pihak harus lebih bersabar dulu untuk tidak berwisata candi," katanya.

Zona Merah

Terpisah Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Suparmono mengatakan sampai saat ini tidak ada destinasi wisata yang masuk dalam zona merah. Pemkab akan menutup destinasi wisata jika lokasinya masuk zona merah berdasarkan pedoman Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

"Penetapan zona merah Covid-19 sesuai pedoman PPKM ditetapkan berdasarkan kalurahan. Jadi tidak semua wilayah masuk zona merah," katanya.

Mantan Panewu Cangkringan ini menyontohkan lokasi wisata di wilayah lereng Merapi seperti di Kapanewon Cangkringan. "Di Cangkringan, tiga kalurahan masuk zona kuning dan dua kalurahan masuk zona hijau. Jadi tidak ada kalurahan yang masuk zona merah," katanya.

Meski begitu, Suparmono mengingatkan agar para pelaku wisata untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pengawasan di lokasi wisata, tidak hanya dilakukan oleh Satgas masing-masing objek wisata tetapi juga melibatkan Satgas kalurahan dan kapanewon. "Sabtu-Minggu, kami juga akan turun untuk mengawasi penerapan prokes," ujarnya.