Malioboro Sepi Berhari-hari

Malioboro, Sabtu (23/1/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
27 Juni 2021 07:47 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Sejak perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan kasus Covid-19 di DIY meningkat, kunjungan ke Malioboro berkurang. Kawasan itu pun sepi.

Pada Sabtu (26/6/2021) sore, tidak terlihat banyak kerumunan di jantung kota Jogja tersebut.

Hanya terlihat sejumlah orang yang lalu lalang tanpa ada kerumunan, ada juga yang duduk-duduk di kursi taman. Tempat parkir Ngabean dan tempat Parkir Senopati juga tidak banyak bus-bus yang parkir. Hanya ada beberapa bus dan travel wisata.

Salah seorang pengemudi travel wisata yang enggan menyebut namanya mengatakan mampir ke Malioboro setelah kunjungan dari Pantai Indrayanti Gunungkidul. Dia membawa 14 wisatawan dari Semarang. Selama perjalanan dari Semarang sampai Gunungkidul hingga ke kota Jogja, tidak ada pemeriksaan antigen seperti yang digemborkan pemerintah.

“Selama perjalanan aman-aman saja tidak ada pemeriksaan,” kata pengemudi travel wisata tersebut, saat ditemui di Tempat Khusus Parkir Senopati. 

Dia mengaku tidak membawa dokumen antigen dari wisatawan yang dibawanya. Namun sebelum berangkat, dia juga memastikan diri ke pengelola Indrayanti dan teman di Jogja, “Ternyata aman-aman saja,” ucapnya.

Ucapan senada disampaikan Aidil, wisatawan asal Banyuwangi ini mengatakan tidak ada pemeriksaan di bus pariwisata yang ditumpanginya. Rombongan wisata ziarah ini mampir ke Jogja untuk berwisata dan membeli oleh-oleh. 

“Ketua rombongan sudah menyiapkan surat keterangan antigen tapi enggak ada pemeriksaan,” kata dia.

Ketua Koperasi Tri Dharma atau wadah Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro, Rudiarto mengaku sejak empat hari terakhir ini kunjungan wisatawan ke Malioboro cenderung lengan dan para PKL pun mengalami kerugian, “Omzet turun sekitar 30%,” kata Rudiarto.

Dia menduga sepinya kunjungan ke Malioboro karena ada penerapan PPKM Mikro di sejumlah daerah. Selain itu juga karena kasus Covid-19 di DIY akhir-akhir ini meningkat sehingga wisatawan kemungkinan takut untuk datang ke Jogja.

Menurut Rudiarto, sebenarnya penurunan omzet yang dialami PKL terjadi sejak lebaran beberapa waktu lalu karena adanya larangan mudik. Kemudian setelah larangan mudik dicabut, PKL kembali bergairah dengan adanya wisatawan berdatangan. Namun adanya kenaikan kasus Covid-19 akhir-akhir ini kembali sepi.

“Sejak adanya kenaikan kasus omzet PKL menurun lagi,” ucap Rudiarto.