Polres Bantul Ancam Bubarkan Kerumunan Saat PPKM Darurat

Kawasan pertokoan Jl. Urip Sumoharjo pukul 21.00 WIB terlihat tutup mengikuti instruksi PPKM Mikro pada Sabtu (13/2/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
02 Juli 2021 18:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Kepolisian Resort Bantul memastikan akan meningkatkan frekuensi patroli, menyusul penerapan PPKM Darurat, 3-20 Juli mendatang.

Bahkan, kepolisian memastikan akan membubarkan kerumunan dan menutup tempat usaha yang nekat buka saat PPKM Darurat diterapkan.

"Karena ini darurat maka perlu pengawasan dan penanganannya juga darurat. Pengalaman minggu kemarin, angkringan paling banyak ciptakan kerumunan. Langsung kami perintahkan tutup dan kami bubarkan," kata Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Jumat (2/7/2021) siang.

Menurut Kapolres, sejauh ini pengawasan terhadap tempat yang berpotensial menciptakan kerumunan sejatinya telah dilakukan pengawasan ketat. Hanya saja, setelah adanya aturan PPKM Darurat, maka pihaknya akan lebih mengetatkan pengawasan.

BACA JUGA: PPKM Darurat Diberlakukan, 8 Juta KK Akan Diberi BLT Desa Rp300.000

"Taman-taman akan jadi sasaran kami. Untuk kami tegakkan, kami akan imbau masyarakat untuk membubarkan diri," tandas Ihsan.

Kapolres mengungkapkan lebih detail terkait dengan pengawasan PPKM Darurat. Selain berpatroli bersama dengan Satpol PP dan Kodim Bantul pada pagi dan sore hari, Polres juga menggelar patroli dengan skala besar pada malam hari.

"Di polres sendiri ada pasukan pemburu Covid-19. Ini akan secara rutin mengecek informasi jika ada yang melockdown wilayahnya, tim ini akan bekerja sama dengan pemerintah kalurahan dan padukuhan menyekat serta mengawasi orang-orang yang melakukan isolasi, mengantar logistik dan membantu Dinkes melakukan tracing, testing dan treatmen," ucap Kapolres.