Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) DIY menilai kematian pasien mencapai 33 orang akibat kehabisan oksigen di RSUP Sardjito bukan peristiwa normal. Persi menyarankan kepada pemerintah agar lebih siap dan mendengar berbagai masukan dari para ahli. Untuk mengantisipasi kelangkaan, rumah sakit disarankan untuk menggunakan generator oksigen sehingga tidak bergantung pada pasokan vendor.
Ketua Persi DIY Darwito mengatakan sejak awal ikut mengawal terkait antisipasi kelangkaan oksigen. Menurutnya pihak vendor dalam hal ini Samator sudah menyatakan siap memberikan suplai sesuai kebutuhan. Namun diduga karena banyaknya permintaan sehingga distributor pun kekurangan.
Persi menyarankan sebaiknya vendor tidak hanya satu perusahaan saja seiring meningkatnya kebutuhan. “Tetapi Sardjito terbantu dari beberapa RS yang masih memiliki stok, seperti RSA Akademi, RS Gigi Mulut dan Polda DIY,” katanya saat dihubungi Minggu (4/7/2021).
Darwito tidak menampik sejumlah RS di DIY lainnya saat ini ikut khawatir dengan tingginya permintaan dan pasokan yang terbatas karena hanya suplai harian. Selain mengandalkan suplai tersebut, ia menyarankan pentingnya penggunaan generator oksigen di rumah sakit untuk membantu kekurangan pasokan dari vendor.
BACA JUGA: Penambahan Kasus Covid-19 Melonjak, Indonesia Kini Peringkat 16 di Dunia
“Generator ini, mesin langsung keluar oksigen, kemungkinan dana antara Rp5 miliar sampai Rp6 miliar untuk yang besar, dana sejumlah itu menurut kami tidak masalah di tengah kondisi darurat,” ujarnya.
Saat ini untuk DIY baru RSUD Wonosari yang menggunakan generator oksigen yang setiap bulannya mampu menghasilkan 6 juta liter oksigen. “Ini tanpa menunggu pasokan karena bisa produksi sendiri, namun tentu ada kapasitasnya, paling tidak ini bisa membantu untuk mengantisipasi Ketika pasokan vendor telat,” katanya.
Darwito menegaskan pandemi ini merupakan bencana yang memang kadang sulit diprediksi. Oleh karena pemerintah harus mendengarkan berbagai masukan para ahli seperti epidemiologi sebagai dasar pengambilan kebijakan. Dengan mempertimbangkan masukan ahli harapannya lebih siap dalam melakukan antisipasi.
“Tetapi mestinya berbagai masukan dari epidemiologi itu harusnya didengarkan semua orang termasuk pengambil kebijakan. Lonjakan itu sudah dibicarakan oleh para ahlinya, dan itu harusnya didengarkan. Tetapi mungkin pemerintah ada skala prioritas, ini kita semua harus menyadari bahwa siapa sangka bisa seperti ini,” kata pria yang baru saja dilantik sebagai Direktur RS Akademik UGM ini.
Mantan Direktur Utama RSUP Sardjito ini mengatakan meninggalnya 33 pasien dalam waktu bersamaan memang bukan suatu peristiwa kematian yang normal, terlebih saat ini dalam masa pandemi. Tetapi di sisi lain, kemungkinan hamper sebagian besar pasien yang dibawa ke Sardjito sudah dalam kondisi yang berat.
“Enggak ada wajar, kematian 33 pasien secara bersamaan itu enggak wajar. Tetapi perlu saya garis bawahi, mungkin karena pandemi, [pasien] yang datang ke Sardjito itu kan rata-rata kondisinya sudah berat, mungkin rata-rata saturasi [oksigen] sudah 60, 50 [persen] atau bahkan kurang. Bahkan ada yang punya komorbid,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.