Peningkatan Kualitas SDM: Kanwil Ditjen Imigrasi DIY Perkuat Kehumasan di Era Digital
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY memperkuat kapasitas kehumasan di era digital melalui Smart Immigration Communication bersama GKR Bendara.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Direktur PT Gunung Samudera Tirtomas, Robinson Saalino, divonis penjara satu tahun enam bulan oleh serta denda lebih dari Rp8,6 miliar oleh Pengadilan Negeri Sleman.
Berdasarkan Putusan atas perkara No.34/Pid.Sus/2021/PN Smn, terdakwa diputus bersalah melakukan tindak pidana perpajakan berupa dengan sengaja tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dan/atau tidak melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) dan/atau melaporkan SPT yang isinya tidak benar atau tidak lengkap sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.
Hal tersebut merupakan kejahatan dan melanggar Pasal 39 ayat 1 huruf a, huruf c dan huruf d UU No.28/2007 tentang Perubahan Ketiga atas UU No.6/1983 tentang Ketentuan Umum dan tata Cara Perpajakan.
PT Gunung Samudera Tirtomas merupakan perusahaan pengembang kawasan komersial dan villa yang berlokasi di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunungkidul. Kawasan komersial yang dikelola PT Gunung Samudera Tirtomas adalah berupa rumah toko dan unit-unit kamar indekos di Sleman. Unit-unit itu lantas dijual kepada investor kemudian dikelola oleh pengembang untuk disewakan.
Sedangkan properti berupa villa di salah satu kawasan pantai Kabupaten Gunungkidul dijual kepada pembeli untuk dimiliki dan dimanfaatkan oleh pembeli sendiri.
Meskipun proyek-proyek properti tersebut belum selesai dibangun, tetapi PT Gunung Samudera Tirtomas telah menerima sejumlah pembayaran dari para investor.
Pembayaran inilah yang seharusnya dilaporkan dalam SPT serta dipenuhi kewajiban-kewajiban perpajakannya. Akan tetapi hal ini justru tidak dilakukan oleh pengelola PT tersebut.
Adapun proses penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) DIY dimulai akhir 2019. Sementara Putusan Pengadilan Negeri Sleman dibacakan pada 10 Juni 2021.
Itulah sebabnya, putusan pidana tersebut hendaknya menjadi pelajaran bagi siapapun wajib pajak, terutama pengusaha, khususnya pengembang properti agar memenuhi kewajiban perpajakan secara tertib dan benar.
Jika memang wajib pajak mengalami kesulitan dalam proses pembayaran pajak maupun pelaporan SPT, Kanwil DJP DIY melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah DIY selalu terbuka untuk memberikan bimbingan, layanan dan konsultasi secara gratis. Dengan demikian wajib pajak bisa dengan mudah dan nyaman dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Betapapun, pajak dari masyarakat akan kembali untuk masyarakat. Pajak kuat, Indonesia pun maju.(ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY memperkuat kapasitas kehumasan di era digital melalui Smart Immigration Communication bersama GKR Bendara.
Kiandra Ramadhipa membidik gelar juara Moto3 Junior Valencia setelah mengoleksi 64 poin dan berada di posisi kelima klasemen.
Sebanyak 15.294 pelaku usaha di Kota Jogja telah memiliki sertifikat halal. Kewajiban halal berlaku mulai 17 Oktober 2026.
PSS Sleman siap membuktikan kekuatan di laga pembuka Super League saat menghadapi Bali United di Stadion I Wayan Dipta.
Stok air bersih BPBD Bantul masih aman hingga Desember. Sebanyak 351 tangki masih tersedia untuk warga terdampak kekeringan.
Pemkot Jogja merawat bangunan cagar budaya berdasarkan prioritas karena anggaran terbatas. Ada 239 bangunan yang telah ditetapkan.