Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Stabil selama PPKM Darurat

Suasana Pasar Bantul yang telah tutup di hari kelima penerapan PPKM Mikro Darurat pada Rabu (7 - 7) sekitar pukul 13.00 WIB.
08 Juli 2021 08:57 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Penerapan PPKM Darurat sampai saat ini belum berdampak pada harga dan stok kebutuhan pokok. Kendati beberapa ruas jalan disekat, akses stok pangan di Bantul masih aman.

Kepala Seksi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok, Dinas Perdagangan Bantul Zuhriyatun Nur Handayani menegaskan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar rakyat Bantul masih aman dan stabil. Perempuan yang akrab disapa Nani itu menambahkan dari aspek stok pun saat ini masih terbilang aman.

"Kalau secara umum harganya tetap stabil. Stok juga tersedia. Tetapi memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, namun tidak signifikan," terangnya pada Rabu (7/7/2021).

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabai rawit. Nani menerangkan harga cabai rawit merah di pasar berkisar di angka Rp45.000 - Rp50.000 per kilogram. Padahal beberapa pekan lalu harga cabai rawit merah di kisaran Rp25.000 per kilogramnya. "Sudah mulai naik dua pekan ini, naik sedikit-sedikit," tuturnya.

"Kalau yang sudah agak lama naik harganya itu minyak goreng. Itu juga di pasaran, untuk minyak goreng kemasan antara Rp14.000 - Rp15.000 per liternya. Dulu kan sekitar Rp13.000 - Rp14.000 per liter. Ya naiknya sekitar seribu rupiah, tetapi kan itu biasanya lama, enggak pernah naik. Sekarang lagi mulai naik," tambahnya.

Selain cabai rawit dan tomat, harga tomat juga mengalami kenaikan. Satu kilogram tomat kini dibanderol dengan harga Rp10.000. Padahal biasanya harganya Rp7000 - Rp8000 per kilogram.

Ditegaskan Nani, kenaikan yang berlangsung di sejumlah komoditas terjadi bukan karena PPKM Darurat melainkan sudah lewatnya musim panen raya. "Kenaikan bukan karena PPKM. Mungkin karena sudah bukan masa panen raya, sehingga harganya mulai naik. Juga ini kan mau libur Iduladha," tandasnya.

Selain itu Nani juga menambahkan dari segi pasokan tidak ada komoditas yang mengalami keterlambatan meskipun ada penyekatan selama PPKM Darurat. "Enggak ada komoditas yang terlambat karena PPKM, belum ada informasi. Kalau selama ini kan angkutan khususnya bahan pokok memang dibebaskan boleh tetap jalan. Angkutan bahan pokok, alat medis dan lain-lain yang memang urgen untuk kebutuhan sehari-hari sampai saat ini masih lancar dan ketersediaannya di pasaran juga masih cukup," pungkasnya.