Tekan Mobilitas hingga 30 Persen, Pintu Masuk Gunungkidul Diperketat

Petugas Dinas Perhubungan Gunungkidul bersama-sama dengan anggota kepolisian saat memeriksa kendaraan luar daerah yang masuk melalui pintu di Pos Hargodumilah, Kapanewon Patuk. - Harian Jogja/David Kurniawan
09 Juli 2021 08:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Tim Pengendalian Pengawasan dan Penegakan Hukum yang dikomandoi Satpol PP Gunungkidul terus berupaya memaksimalkan kebijakan PPKM Darurat guna menekan laju penularan virus corona. Selain melakukan penyekatan di kawasan perbatasan juga melakukan patroli keliling guna membubarkan kerumunan di masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Gunungkidul, Hery Sukaswadi mengatakan, ada upaya menekan mobilisasi warga selama PPKM Darurat dari 16% menjadi 30%. Tim Dalwas Gakum terus berupaya menekan dengan beberapa cara.

BACA JUGA : Bantul Tambah 4 Titik Lokasi Penyekatan selama PPKM Darurat

Pertama, dilakukan upaya penyekatan di beberapa titik di rest area Bunder, Patuk; Simpang Tiga Candirejo, Semin dan Pertigaan Bedoyo, Kapanewon Ponjong. “Langkah ini untuk mengurangi laju kendaraan dari luar daerah untuk masuk ke Gunungkidul,” katanya, Kamis (8/7/2021).

Adapun langkah kedua guna memaksimalkan kebijakan PPKM juga dilakukan patroli keliling. Tim dalwas gakum tak hanya melakukan kegiatan di malam hari, namun juga dilaksanakan di siang hari di tempat-tempat strategis seperti pasar, tempat kuliner hingga ke komplek pertokoan.

“Kalau melanggar protokol kesehatan maka siap dibubarkan. Beberapa kegiatann sudah dibubarkan karena adanya pelanggaran,” katanya.

BACA JUGA : Pintu Masuk Jogja Disekat, Wajib Bawa Kartu Vaksinasi & Hasil Swab

Dia berharap kepada masyarakat untuk mematuhi aturan dalam PPKM Darurat guna mengendalikan penyebaran virus corona. “Ya kalau tidak penting lebih baik di rumah saja,” katanya.

Masih Dikaji

Pemberlakuan PPKM Darurat di sejumlah wilayah dilakukan penutupan jalan untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Meski demikian, penutupan belum dilaksanakan di wilayah Gunungkidul.

Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Grivianto Sakti mengaku masih membuat kajian untuk penutupan serta pemberlakuan rekayasa arus lalu lintas. Menurut dia, sudah ada rencana penutupan jalan di kawasan Alun-Alun Wonosari hingga jalur di depan Pasar Argosari. Hanya saja, kebijakan tersebut masih dimatangkan sehingga belum bisa diberlakukan.

“Keputusannya besok [hari ini]. sekarang kami masih mengkaji serta menyiapkan rekayasa arus lalu lintas sebagai dampak dari kebijakan penutupan,” katanya.

BACA JUGA : Anggota Paspampres Bersitegang dengan Petugas Posko Penyekatan PPKM Darurat, Videonya Viral

Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengatakan selama PPKM lampu Alun-Alun Wonosari dimatikan mulai pukul 20.00 WIB. Langkah ini dilakukan untuk mendukung upaya menurunkan mobilisasi warga hingga 30%.

“Kami mendukungnya karena dengan mematikan lampu di alun-alun sebagai bentuk apresiasi atau pancingan untuk menghindari kerumunan,” katanya.