4.089 Penyandang Disabilitas Kulonprogo Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
09 Juli 2021 09:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Sebanyak 4.089 penyandang disabilitas di kabupaten Kulonprogo akan menerima suntikan vaksin Sinovac pada Juli 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo Rina Nuryati mengatakan dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi kepada penyandang disabilitas di kabupaten Kulonprogo ia menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Kulonprogo, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan organisasi difabel.

"Selain penyandang disabilitas kita juga akan melakukan vaksinasi pendampingnya atau keluarga penyandang disabilitas di puskesmas yang ada di domisili masing-masing," kata Rina pada Kamis (8/7/2021).

Lebih lanjut, penyandang disabilitas yang akan diberikan vaksinasi adalah yang bisa diantar ke puskesmas. "Dikarenakan, ada penyandang disabilitas yang tidak mungkin dibawa pakai mobil. Jadi, kita pilih yang bisa dimobilisasi ke tempat pelayanan vaksin saja" kata Rina.

Baca juga: Pemda DIY Klaim Alokasi Danias untuk Penanganan Covid-19 Rp340 Miliar

Target vaksinasi selama penerapan PPKM mikro adalah sebanyak 2.028 orang. Angka tersebut disesuaikan dengan kondisi tenaga kesehatan di kabupaten Kulonprogo yang tidak sedikit terpapar Covid-19. Terlebih, rumah sakit dan puskesmas juga banyak yang menutup sementara layanan vaksinasi.

"Kami menambah pelayanan vaksinasi di fasilitas layanan kesehatan [fasyankes] milik swasta. Saat ini, baru proses assessment. Semoga tidak lama lagi akan keluar hasilnya sehingga bisa membantu percepatan vaksinasi," kata Rina.

Berdasarkan catatan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, capaian vaksinasi Covid-19 di kabupaten Kulonprogo hingga Rabu (7/7/2021) sudah mencapai 19,68 persen atau 65.958 sasaran yang divaksin.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan rincian angka vaksinasi di kabupaten Kulonprogo terdiri dari tenaga kesehatan sebesar 98,99 persen atau 3.428 orang dari target 3.463 sasaran, pelayanan publik 103,61 persen atau 24.259 orang dari target 23.414 sasaran.

"Sementara itu, lansia 26,34 persen atau 20,658 orang dari target 78.421 sasaran. Kemudian masyarakat rentan sebesar 17,53 persen atau 8.056 orang dari target 45.965 sasaran dan masyarakat umum 5,20 persen atau 9.557 orang dari 183.859 sasaran," kata Baning.