MIC UGM Terbuka untuk Pasien Umum Covid-19

Gedung Mardliyah Islamic Center (MIC) UGM - dok./UGM
12 Juli 2021 17:47 WIB Mediani Dyah Natalia Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Gadjah Mada (UGM) menyediakan Mardliyah Islamic Center (MIC) UGM sebagai tempat isolasi bagi pasien covid-19. Fasilitas ini diperuntukan bagi pasien Covid-19 yang berobat ke RSUP Dr Sardjito dan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM.

Gedung MIC UGM ini berada sebelah selatan RSUP Dr Sardjito dan memiliki 137 kamar dengan 200 bed. “Adanya kebutuhan dan permintaan mendesak untuk mendukung pelayanan RS Sardjito dan RSA UGM, kita jadikan MIC untuk tempat isolasi pasien covid-19,”kata Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Prof. Dr. Paripurna Sugarda, M.Hum., LLM., seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com terima pada Jumat (9/7). 

Penambahan ruang isolasi di DIY saat ini merupakan inisiatif dari UGM untuk mengatasi lonjakan kasus positif Covid-19. Sebelumnya, kata dia, UGM sudah menjadikan dua asrama mahasiswa yakni  Darma Putra Baciro dengan 292 dari total 495 bed digunakan untuk ruang isolasi mandiri. Ruang isolasi MIC nantinya diperuntukan bagi masyarakat umum yang akan melakukan isolasi mandiri setelah mendapat rujukan dari dokter dari RS Sardjito dan RSA UGM. 

Penggunaan MIC sebagai tempat isolasi covid-19 sudah mendapat persetujuan dan arahan dari Ketua MWA UGM Prof. Pratikno dan Rektor UGM Prof. Panut Mulyono. Bahkan UGM juga mengambil inisiatif untuk menghubungi para mitra. “Yayasan Tzu Chi, Yayasan Artha Graha, dan Sinar Mas juga memberikan dukungan dengan membantu pengadaan kebutuhan-kebutuhan untuk isolasi mandiri,”ujarnya. 

Masing-masing ruang isolasi MIC UGM menurut Paripurna dilengkapi dengan televisi, kulkas, meja dan kursi. Setiap kamar disediakan pendingin ruangan. “Kapasitas memang terbatas jadi penyediaan fasilitas tersebut memang dalam rangka mengantisipasi lonjakan kebutuhan akan ruang isolasi bagi pasien,”katanya. 

Seperti diketahui MIC UGM baru saja selesai dibangun pada akhir tahun lalu. Gedung yang menempati lahan seluas 4.000 meter persegi ini merupakan inklusif hub generasi muda untuk mengembangkan diri menjadi calon pemimpin. “Ke depan akan banyak kegiatan-kegiatan di sana. Mulai dari socio-preneur, ekonomi syariah, leadership, seni dan budaya,” pungkasnya. 

Selain Mardliyah sebagai tempat isolasi, UGM juga bekerja sama dengan pengelola Wisma Kagama untuk menjadikan wisma Kagama sebagai rumah singgah bagi tenaga kesehatan dan dokter yang bertugas menangani Covid-19 kapasitas 31 kamar atau 62 bed. Selanjutnya masing-masing asrama mahasiswa yang dikelola UGM Residence menyediakan 5% bed nya untuk isolasi mandiri bagi mahasiswa yang baru tiba dari daerah asal dengan protokol kesehatan yang ketat, dan disupervisi oleh Satgas Covid 19.