Covid-19 di Bantul di Atas 700 Kasus Per Hari, Bupati Halim: Itu Karena Mobilitas

Kondisi lalu lintas kendaraan di Bantul pada Minggu (11/7/2021) dalam masa PPKM Darurat yang cenderung lengang. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
13 Juli 2021 08:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Tingginya mobilitas warga di Bantul ditenggarai jadi penyebab pelonjakan kasus beberapa hari terkahir. Penyekatan diharapkan dapat menekan angka mobilitas warga sehingga berdampak pada penurunan jumlah kasus.

Pada tiga hari terakhir penambahan jumlah kasus baru di Bantul lebih dari 700 kasus per hari. Pada Minggu (11/7) penambahan kasus baru bahkan mencapai 837 kasus per hari. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyebut bila tingginya mobilitas warga menjadi penyebab tingginya lonjakan kasus. "Kalau dari analisis data, itu [pelonjakan kasus] karena mobilitas," katanya pada Senin (12/7).

BACA JUGA : Segini Angka Mobilitas Masyarakat Jogja setelah PPKM 

Menurut Halim, mobilitas akan mengakibatkan kerumunan, sedangkan kerumunan mengakibatkan transmisi. "Maka kita tidak bicara pada saat kerumunan saja, tetapi dicegah sebelum kerumunan itu terjadi. Dengan cara apa, dengan cara mencegah mobilitas, maka kenapa ada penyakatan-penyakatan," ujarnya.

"Penyekatan-penyekatan bahkan pemadaman listrik itu kan dimaksudkan untuk mengerem mobilitas dan mencegah kerumunan," ucapnya.

Halim menambahkan, disorot dari citra satelit, penurunan mobilitas di Bantul sebelum dengan setelah ada PPKM Darurat hanya mengalami pengurangan sekitar 16,5 persen. Sementara target pengurangan mobilitas dipatok di angka 30 persen.

"Ini belum kita dapatkan informasi lagi setelah ada penyekatan-penyekatan meningkatkan atau tidak angka pengurangan mobilitasnya itu," ungkapnya.

BACA JUGA : Hingga Hari Ke-9 PPKM Darurat, Pelanggaran di DIY Masih

"Jadi ini pada akhirnya kembali kita masing-masing. Kita mau tidak ini bersama-sama menghentikan Covid-19. Caranya gimana, ya jangan pada pergi. Yang tidak penting, tujuan-tujuan yang tidak penitng yang bisa ditunda ya tunda saja," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Arus Suharyanta menerangkan penurunan mobilitas Bantul telah mencapai 50 persen. Dishub Bantul menggunakan penghitungan kendaraan di simpang-simpang jalan untuk melihat pengurangan mobilitas yang terjadi.

"Kita menghitung di simpang-simpang jalan durasi yang antre yang banyak di lampu [lalu lintas] sudah banyak berkurang. Ditemukan angka 50 persen," katanya.