Sukarelawan Simak 24, Sediakan Makan hingga Selter untuk Pasien Covid-19

Relawan SIMAK 24 sedang melakukan aktivitas di RW 24, Mergangsan Kidul, Mergangsan, Jogja, beberapa waktu lalu. - Ist/SIMAK 24.
15 Juli 2021 08:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, MERGANGSAN – Warga Rukun Warga (RW) 24 Kampung Mergangsan Kidul, Kelurahan Wirogunan, Kemantren Mergangsan, Jogja bentuk Satuan Tugas (Satgas) Sinergi Masyarakat Atasi Kerawanan (SIMAK) 24. Satgas yang berisi relawan dari berbagai kalangan seperti pengurus Rukun Tetangga, RW, Tokoh Agama, Pemuda dan lainnya ini saling gotong royong menangani Covid-19 dari hulu sampai hilir.

Menurut Sekretaris Satgas SIMAK 24, Abdul Razaq, kini relawan fokus dalam membantu warga RW 24 yang terkena virus Covid-19. Beberapa kegiatannya seperti gotong royong menyediaan makan-minum bagi warga terinfeksi Covid-19. Selain itu adapula edukasi protokol kesehatan, upaya pencegahan dan pengendalian, memaksimalkan posko sebagai pusat informasi dan lumbung pangan donasi warga.

BACA JUGA : Legislatif Desak Pemberian Fasilitas bagi Sukarelawan Covid 

“Sebenarnya [Satgas SIMAK 24 sudah ada] sejak 18 Maret 2020. Namun saat itu belum maksimal, sehingga kami maksimalkan perannya sejak 18 Maret 2021. Tidak hanya masalah Covid-19 saja, namun semua masalah terkait kerawanan,” kata Razaq saat dihubungi secara daring, Selasa (13/7/2021).

Upaya-upaya relawan SIMAK 24 juga mengikuti perkembangan keadaan sekitar. Saat kasus meningkat seperti saat ini, secara swadaya SIMAK 24 membangun selter bagi pasien Covid-19 dengan memanfaatkan balai RW.

Tidak hanya itu, SIMAK 24 juga secara rutin melakukan kunjungan dan doa bersama. Selain menyapa dan menanyakan kondisi warga isolasi, relawan SIMAK 24 juga mencoba memberi semangat untuk sembuh dan mengingatkan pola hidup sehat. Menurut Ketua Satgas SIMAK 24, Sugeng Hariyadi, menyapa dan menanyakan kondisi warga yang isolasi mandiri sebagai penyemangat warga dan agar warga tersebut tidak merasa sendiri. Dengan kunjungan ini, relawan juga bisa tahu kebutuhan keluarga isolasi mandiri dan nantinya dicarikan soluasi.

BACA JUGA : Duh...Dalam 2 Hari Sukarelawan di DIY Makamkan 100 Jasad

"Walaupun terlihat sederhana, namun memiliki nilai dan makna tersendiri bagi keluarga yang isolasi mandiri," kata Heri.

SIMAK 24 berusaha bekerja dengan ikhlas untuk kebaikan warganya. Sesuai namanya, SIMAK juga bisa dimaknai sebagai mendengarkan (memperhatikan) baik-baik ucapan orang lain. Memperhatikan keadaan orang lain dan kemudian membantu dengan kepasitasnya masing-masing.

Bisa juga SIMAK bermakna ibu (simbok). Ibu merupakan sosok perempuan yang mencintai tanpa syarat, membangun karakter, menyembuhkan luka, membuat dan menjaga memori indah, serta penuh kasih sayang. Hal ini pula lah yang sepertinya coba SIMAK 24 lakukan kepada warganya.