IDEA Dorong Transparansi di Tingkat Desa melalui Sistem Informasi Geospasial

Pelatihan Sistem Informasi Geospasial yang diselenggarakan LSM IDEA Yogyakarta, beberapa waktu lalu. - Istimewa
15 Juli 2021 21:07 WIB Yudhi Kusdiyanto Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Upaya mewujudkan transparansi di tingkat desa/kalurahan bisa dilakukan melalui berbagai cara. Di Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret, Bantul, upaya mendorong transparansi dilakukan dengan pemanfaatan Sistem Informasi Geospasial. Melalui sistem itu, warga diajak membuat peta kalurahan dan memantau berbagai informasi mengenai daerahnya.

Sukarelawan Karang Taruna Bawuran, Eka Septiani, membuat dan membagikan link atau tautan berisi peta daring. Peta itu menggambarkan wilayah Bawuran, lengkap dengan batas wilayah, jalan, sungai, dan komponen lain. Di peta itu, tergambar tujuh wilayah dusun beserta sejumlah data, misalnya luas wilayah dan jumlah penduduk.

Peta yang dibuat Eka tak hanya menunjukkan data wilayah dan jumlah penduduk. Di peta itu bisa ditemukan jumlah warga di masing-masing dusun di Bawuran yang menerima Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dari pemerintah.

Berdasarkan data di peta, Padukuhan Sanan menjadi dusun dengan jumlah penerima BPNT terbanyak, yakni 168 orang. Adapun dusun dengan penerima BPNT paling sedikit adalah Dusun Kedungpring, yakni 71 orang,” kata Eka seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (15/7/2021).

Eka mengaku peta Kalurahan Bawuran dibuat setelah dirinya mengikuti pelatihan Sistem Informasi Geospasial yang diselenggarakan LSM IDEA Yogyakarta pada Agustus 2020. Pelatihan diikuti sejumlah staf Pemerintah Kalurahan Bawuran beserta perwakilan Karang Taruna Desa Bawuran.

Kami berlatih membuat peta wilayah desa lengkap dengan batas dusun, jalan, sungai, dan komponen lainnya,” ujar Eka.

Meski tampak sederhana, peta daring yang dibuat Eka dan sejumlah warga Bawuran memiliki manfaat penting. Peta itu bisa mempermudah warga untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai kondisi Kalurahan Bawuran, serta informasi lain seperti daftar penerima bansos.

Staf Kesejahteraan Pemerintah Kalurahan Bawuran, Krisdiyanto, mengatakan pembuatan peta desa itu memiliki sejumlah manfaat. Di satu sisi, keberadaan peta itu bisa memudahkan masyarakat untuk memperoleh beragam informasi terkait kondisi desanya. “Manfaatnya itu berkait dengan data. Kami kan bisa lihat banyak data dari satu peta itu saja,” katanya.

Staf IDEA Yogyakarta, Ferina Anistya mengatakan pelatihan Sistem Informasi Geospasial bertujuan agar pemerintah kalurahan dan masyarakat bisa memanfaatkan sistem tersebut untuk sejumlah keperluan. Sistem Informasi Geospasial bisa dimanfaatkan untuk perencanaan serta penganggaran program dan kegiatan yang dilakukan pemerintah desa.

Selain itu, Sistem Informasi Geospasial juga bisa digunakan untuk mendokumentasikan data pelaksanaan program, baik program pembangunan fisik maupun nonfisik. “Program pemberdayaan masyarakat juga bisa terdokumentasi dalam sistem informasi ini,” kata Ferina.