Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk DIY, Ini Upaya Pemda Cegah Wabah Meluas

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Jumat (9/10/2020). - Ist/Humas Pemda DIY
18 Juli 2021 14:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY bersama pemerintah kabupaten dan kota serta stakeholder terkait telah melaksanakan dan mempersiapkan beberapa strategi untuk mencegah dan mengatasi meluasnya wabah Covid-19 terutama adanya varian baru, yakni Delta.

Gubernur DIY Sri Sultan hamengku Buwono X mengatakan beberapa upaya yang dilaksanakan adalah dengan meningkatkan kapasitas layanan rumah sakit, logistik, dan sumber daya manusia untuk penanganan Covid-19.

Memastikan ketersediaan oksigen dengan melakukan komunikasi secara intens dengan Pemerintah Pusat, koordinasi berkelanjutan dengan seluruh rumah sakit, serta melakukan komunikasi dengan perusahaan dan distributor oksigen.

Baca juga: Sepekan, 5 Juta Orang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

“Memulai distribusi obat gratis bagi pasien isoman,” kata Sultan, Sabtu (17/7/2021).

Kemudian menaikkan kapasitas tracing merujuk pada angka positif di DIY dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia laboratorium untuk meningkatkan kecepatan analisis spesimen. Lalu, melaksanakan vaksinasi berbasis kemitraan secara lebih massif dan meningkatkan kapasitas vaksinasi di fasilitas kesehatan.

“Mempercepat vaksinasi tahap keempat bagi masyarakat pada bulan Juli, yang sedianya akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2021,” ujar Sultan.

Baca juga: Menkeu Bakal Lakukan Jalan Pintas untuk Menyerap Banyak BLT

Sebagaimana diketahui virus Corona varian Delta sudah masuk DIY berdasarkan hasil pemeriksaan sampel menggunkan Genome Sequencing (WGS) SARS-COV-2. Pemeriksaan sampel menggunakan metode Amplicon-based dari spesimen Covid-19 yang dilaksanakan oleh Laboratorium WGS Pokja Genetik FK-KMK UGM, dengan 25 sample.

Menurut Sultan, pengambilan sampel spesimen dilaksanakan pada Juni dan uji sampel dilaksanakan mulai 5 Juli 2021. Selanjutnya, hasil pengetesan dilaporkan oleh Dekan FK-KMK Universitas Gadjah Mada kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada 10 Juli 2021.

Adapun Pemda DIY menerima laporan dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 14 Juli 2021. “Perlu kami sampaikan, bahwa hasil pemeriksaan WGS terhadap 25 spesimen, yang terdiri atas 15 orang dewasa dan 10 anak-anak, mengindikasikan bahwa 20 orang telah terpapar varian Delta, dengan rincian 11 kasus pada orang dewasa dan sembilan kasus pada anak-anak,” kata Sultan.