Gunungkidul Siapkan Listrik Tenaga Surya, Antisipasi Mati Lampu
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul belum memasang target untuk pelaksanaan vaksinasi anak sekolah. Hal ini dikarenakan lanjutan vaksinasi anak masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan, launching vaksinasi anak di Gunungkidul sudah dilaksanakan di SMP Negeri 2 Wonosari pada Rabu (14/7/2021). Meski demikian, kelanjutan vaksinasi ini masih belum ada kepastian karena kebijakan masih menunggu instruksi bagi dari Satgas Penanggulangan Covid-19 di tingkat pusat maupun kabupaten.
BACA JUGA : Senin, Link Pendaftaran Vaksinasi Anak Diluncurkan
“Masih sebatas launching dan kami masih menunggu kelanjutannya seperti apa,” kata Sudya, Minggu (18/7/2021).
Belum adanya kebijakan lanjutan, maka Disdikpora Gunungkidul belum memasang target untuk vaksinasi anak sekolah. Sudya pun berharap segera ada kebijakan pasti berkaitan dengan vaksinasi ini, termasuk ketersediaan kuota untuk menentukan anak-anak calon penerima. “Intinya kami siap. Kalau nanti sudah ada jatah, maka kami akan lakukan pendataan,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Ali Ridlo. Ia mengaku akan mendukung penuh terhadap pelaksanaan vaksinasi anak. Namun demikian, prosesnya diserahkan sepenuhnya ke Dinas Kesehatan selaku OPD teknis yang menangani. “Kami manut dengan kebijakan dinas. Yang jelas kami siap membantu kelancaran dalam vaksinasi anak,” katanya.
Kepala Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan ini menambahkan, upaya vaksinasi di lingkungan satuan pendidikan sudah dimulai dengan pemberian vaksin kepada tenaga pendidik. Diharapkan para guru yang telah disuntik anti corona ini dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di sekolah.
BACA JUGA : Ada 19 RS & 25 Puskesmas di Sleman Layani Vaksinasi Anak
“Saat ini memang belum boleh, tapi kalau sudah ada lampu hijau [pembelajaran tatap muka], maka para guru yang sudah divaksin wajib melaksanakannya,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, vaksin untuk anak sekolah dilaunching secara langsung oleh Presiden Joko Widodo serentak di 14 provinsi, salah satunya Pemerintah DIY. Didalam pelaksanaan ada tiga wilayah di DIY yang terpilih. Selain Gunungkidul, vaksin anak juga dilaksanakan di Kabupaten Sleman dan Kota Jogja.
“Untuk Gunungkidul lokasinya di SMP Negeri 2 Wonosari,” katanya.
Menurut dia, ada 303 siswa yang berasal dari jenjang SMP, SMA hingga SMK ikut vaksin. Meski demikian, Dewi melanjutkan, vaksinasi anak belum masuk prioritas utama. Hal ini dikarenakan fokus masih untuk vaksinasi pelayanan publik, lansia, masyarakat rentan hingga masyarakat umum.
BACA JUGA : 400 Anak di Kulonprogo Terpapar Corona
Adapun vaksinasi anak pelaksanaan bergantung dengan permintaan di masing-masing sekolah. “Kalau ada yang minta, maka kami akan melaksanakan vaksin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Pemkab Bantul memasang 484 LPJU baru senilai Rp5,3 miliar di 17 kapanewon mulai Juli 2026. Prioritas diberikan pada ruas jalan rawan kecelakaan.
Brasil memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Jepang 2-1 berkat gol Gabriel Martinelli pada menit 90+6.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Lima peserta SPPI meninggal saat pelatihan bela negara. Pengamat mendesak investigasi independen dan audit total sistem pelatihan.