Rp290 Miliar Digelontorkan untuk Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo-YIA

Ilustrasi. - Freepik
21 Juli 2021 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Proyek pembebasan lahan jalan Tol Jogja-Solo-YIA Kulonprogo masih terus dilakukan. Hingga semester pertama Juni 2021 ini, pemrakarsa sudah menggelontorkan dana lebih dari Rp290 Miliar.

Pembayaran terakhir untuk semester 1 tahun ini sebesar Rp11,39 Miliar dilaksanakan di Desa Ngabeyan Kecamatan Karanganom, Klaten-Jawa Tengah. Dana pembayaran ganti kerugian dan pelepasan hak atas obyek pengadaan tanah tersebut digelar sebelum PPKM Darurat Covid 19 di Wilayah Jawa dan Bali diterapkan.

Direktur Teknik PT. Jogjasolo Marga Makmur Pristi Wahyono menjelaskan masyarakat terdampak sangat antusias dan proaktif menyambut proses pembebasan lahan ini. Sebagian besar masyarakat terdampak sadar, keberadaan proyek pembangunan Tol Jogja-Solo-YIA Kulonprogo ini akan diuntungkan dari segi manfaat dan finansialnya.

BACA JUGA: Sebanyak 78 Warga DIY Hari Ini Meninggal Dunia karena Covid-19

"Dengan direalisasikannya pembayaran ganti kerugian dan pelepasan hak atas obyek pengadaan tanah di desa Ngabeyan, maka saat ini total lahan yang sudah dibebaskan sebanyak 1.413 bidang," katanya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (21/7/2021).

Dia menerangkan, khusus untuk seksi 1.1 Ruas Solo-Klaten yang terdiri dari 3.233 bidang jumlah lahan yang telah bebas sebanyak 1.160 bidang atau setara dengan 36% dari total bidang yang dibutuhkan.

"Selain pembebasan lahan digencarkan, proses pembangunan konstruksi pun sudah dimulai sejak diterbitkannya SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) kepada PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, selaku kontraktor pelaksana pekerjaan pembangunan Tol Solo-Jogja-YIA," papar Pristi.

Menurut Pristi, dukungan yang positif dari pemangku kepentingan dan masyarakat sangat diperlukan
dan berpengaruh sangat besar terhadap pencapaian pembangunan Tol Solo-Jogja-YIA. :Dengan mengoptimalkan strategi dan mengembangkan nerbagai inovasi, walaupun di tengah masa Pandemi Covid-19, kami terus berupaya untuk mewujudkan tercapainya pembangunan tol ini sesuai target," katanya.

Manajer Humas PT JMM Rachmad Jasiman menambahkan proyek jalan Tol Solo-Jogja-YIA Kulonprogo ini terbagi atas tiga seksi. Seksi 1 Kartasura-Purwomartani sejauh 42,37 km, Seksi 2 Purwomartani-Gamping sejauh 23,42 km dan Seksi 3 Gamping-Purworejo sejauh 30,77 km.

Disinggung soal kelanjutan trase seksi 3, Rachmad mengatakan hingga kini masih belum diputuskan. Trase tol untuk seksi 3 ini masih dalam tahap survei karena ada beberapa perubahan di beberapa titik. "Seksi 3 masih tahap survei karena ada perubahan di beberapa titik," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji memastikan Gubernur DIY Sri Sultan belum menerbitkan Izin Penetapan Lokasi (IPL) pembangunan jalan tol dari Gamping Sleman-Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo, karena belum ada kesepakatan trasenya.

Aji mengatakan Pemda DIY masih menunggu paparan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), “Yang pasti Pemda DIY berharap jalan tol yang nanti trasenya sudah ditetapkan, itu diperhitungkan betul jangan melewati pemukiman padat penduduk misalnya, jangan melewati situs. Hal-hal seperti itu harus dihindari, kita nunggu kalau sudah jadi paparan ke Gubernur kalau sama-sama sepakat keluarlah IPL,” kata.