Bantul Andalkan Oksigen Konsentrator

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Rahmad
22 Juli 2021 10:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengandalkan keberadaan oksigen konsentrator sebagai salah satu strategi mengatasi desaturasi pada pasien Covid-19.

Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja mengatakan Dinkes memiliki 135 unit oksigen konsentrator. Alat ini bisa mengonversi udara menjadi oksigen medis dengan hanya disambungkan ke aliran listrik.

BACA JUGA : Kisah Pasien Isoman di Sleman 16 Jam Menunggu Mobil

Selain itu, kata Agus, alat ini memiliki kapasitas 5-10 liter per menit sehingga dapat menggantikan peran tabung oksigen di ruang-ruang isolasi di rumah sakit.

“Alat ini saat ini telah dioperasionalkan di selter kabupaten dan rumah sakit khusus lapangan Covid-19. Dan, sebagian kami pinjamkan ke selter desa,” kata Agus, Kamis (22/7/2021).

Saat ini, Agus mengatakan, kebutuhan oksigen di Bantul masih tinggi tetapi pasokan masih belum maksimal. Karena itu, pihaknya terus berikhtiar menambah pasokan oksigen melalui berbagai sumber bantuan. Sementara, realisasi pengadaan instalasi produksi oksigen, saat ini masih dalam tahap penyiapan tempat.

“Alat sudah datang di RS Panembahan Senopati. Saat ini dalam tahap pembangunan ruangan alatnya. Nanti kami cek untuk segera bisa beroperasi,” ungkap Agus.

BACA JUGA : Dokter RSA UGM: Proning Hanya Pertolongan Pertama 

Sebelumnya, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengakui jika pembangunan instalasi oksigen tidak bisa cepat. Sebab, pengadaaan peralatan instalasi oksigen sangat tergantung dari pihak ketiga. Halim memerkirakan instalasi produksi oksigen milik Pemkab Bantul baru terealisasi dua bulan kedepan dan tergantung kepada pengadaan peralatan.

"Pengadaan ini [oksigen] kan tidak bisa cepat. Tapi sudah kita rencanakan kita mau membangun instalasi produksi oksigen sendiri. Agar tidak tergantung pada pihak ketiga supplier oksigen," ucapnya.