RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien Covid-19 di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Rabu (14/7/2021)./Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY meminta semua pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan untuk menempati selter yang sudah disediakan pemerintah demi keamanan dan kenyamanan pasien. Saat ini selter yang masih banyak yang kosong.
Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih mengatakan sampai 21 Juli 2021 lalu tercatat ada 54 selter di DIY dengan rincian selter yang dibentuk Dinas Sosial DIY sebanyak 32 selter dengan daya tampung 816 orang, kemudian selter yang dibentuk pemerintah kabupaten kota sebanyak 12 selter dengan daya tampung 680 orang, dan selter yang dibentuk oleh perguruan tinggi dan hotel sebanyak 10 selter dengan daya tampung 869 orang.
BACA JUGA: Masih Rendah, Baru 266 Remaja di Bantul Divaksin Covid-19
Selter yang dibentuk Dinas Sosial DIY sejak 1 Juli lalu sudah terisi sebanyak 778 orang dan penghuni yang sudah dinyatakan sembuh atau sudah keluar selter sebanyak 423 orang sehingga masih ada kuota untuk 522 orang.
Sementara, selter yang disediakan pemerintah kabupaten dan kota terisi 437 orang sehingga kosong untuk 243 orang. Adapun selter yang dibentuk perguruan tinggi dan hotel sudah terisi 302 orang dan masih tersedia untuk 567 orang. “Dari 32 selter itu yang aktif dan ada penyintasnya baru 19 selter. Selter yang aktif juga banyak yang kosong,” kata Endang, Jumat (23/7/2021).
Endang meminta para penyintas Covid-19 untuk menempati selter demi memudahkan pengawasan pasien. Menurut dia, banyak pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah karena rumah sakit tidak mampu lagi menampung pasien sehingga tidak terpantau oleh dokter atau tenaga medis. Akibatnya banyak kasus meninggal dunia karena isoman.
Jawatannya sudah meminta pemerintah kabupaten dan kota, panewu atau mantri pamong praja, lurah serta RT dan RW untuk mendorong pasien Covid-19 menempati selter yang sudah disediakan. Namun, banyak masyarakat yang memilih isoman. “Tidak aman isoman di rumah apalagi rumahnya yang tidak representatif. Terlebih saat ini virus Corona dengan varian Delta sudah masuk DIY dengan kecepatan penularan sampai tujuh kali lipat,” papar Endang.
BACA JUGA: Tok! Dewas KPK Putuskan Firli Tak Langgar Kode Etik Soal Tes Wawasan Kebangsaan
Endang mengatakan selter adalah solusi di tengah melonjaknya kasus positif Covid-19 dan rumah sakit tidak mampu menampung pasien. Dia berujar di selter ada tenaga kesehatan, koordinator selter, makan bergizi tiga kali sehari sesuai anjuran ahli gizi, vitamin dan obat, serta alat pelindung diri.
“Harapan saya selter ini dipakai masyarakat agar aman dan solusi sekarang kondisi rumah sakit penuh, tak bisa nampung lagi pasien. Selter Dinsos yang didirkan adalah selter dengan gejala ringan kalau dengan oksigen perlu dumah sakit,” ucap Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tanggal 26 Juni 2026 memperingati Hari Narkoba Sedunia, Hari Pendingin Sedunia, Hari Kano, dan Hari Ahli Kecantikan Nasional. Simak sejarahnya.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.