Pasien Covid Jangan Isoman, Banyak Selter di DIY yang Kosong

Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien Covid-19 di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Rabu (14/7/2021). - Antara/Andreas Fitri Atmoko
23 Juli 2021 16:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY meminta semua pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan untuk menempati selter yang sudah disediakan pemerintah demi keamanan dan kenyamanan pasien. Saat ini selter yang masih banyak yang kosong.

Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih mengatakan sampai 21 Juli 2021 lalu tercatat ada 54 selter di DIY dengan rincian selter yang dibentuk Dinas Sosial DIY sebanyak 32 selter dengan daya tampung 816 orang, kemudian selter yang dibentuk pemerintah kabupaten kota sebanyak 12 selter dengan daya tampung 680 orang, dan selter yang dibentuk oleh perguruan tinggi dan hotel sebanyak 10 selter dengan daya tampung 869 orang.

BACA JUGA: Masih Rendah, Baru 266 Remaja di Bantul Divaksin Covid-19

Selter yang dibentuk Dinas Sosial DIY sejak 1 Juli lalu sudah terisi sebanyak 778 orang dan penghuni yang sudah dinyatakan sembuh atau sudah keluar selter sebanyak 423 orang sehingga masih ada kuota untuk 522 orang.

Sementara, selter yang disediakan pemerintah kabupaten dan kota terisi 437 orang sehingga kosong untuk 243 orang. Adapun selter yang dibentuk perguruan tinggi dan hotel sudah terisi 302 orang dan masih tersedia untuk 567 orang. “Dari 32 selter itu yang aktif dan ada penyintasnya baru 19 selter. Selter yang aktif juga banyak yang kosong,” kata Endang, Jumat (23/7/2021).

Endang meminta para penyintas Covid-19 untuk menempati selter demi memudahkan pengawasan pasien. Menurut dia, banyak pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah karena rumah sakit tidak mampu lagi menampung pasien sehingga tidak terpantau oleh dokter atau tenaga medis. Akibatnya banyak kasus meninggal dunia karena isoman.

Jawatannya sudah meminta pemerintah kabupaten dan kota, panewu atau mantri pamong praja, lurah serta RT dan RW untuk mendorong pasien Covid-19 menempati selter yang sudah disediakan. Namun, banyak masyarakat yang memilih isoman. “Tidak aman isoman di rumah apalagi rumahnya yang tidak representatif.  Terlebih saat ini virus Corona dengan varian Delta sudah masuk DIY dengan kecepatan penularan sampai tujuh kali lipat,” papar Endang.

BACA JUGA: Tok! Dewas KPK Putuskan Firli Tak Langgar Kode Etik Soal Tes Wawasan Kebangsaan

Endang mengatakan selter adalah solusi di tengah melonjaknya kasus positif Covid-19 dan rumah sakit tidak mampu menampung pasien. Dia berujar di selter ada tenaga kesehatan, koordinator selter, makan bergizi tiga kali sehari sesuai anjuran ahli gizi, vitamin dan obat, serta alat pelindung diri.

“Harapan saya selter ini dipakai masyarakat agar aman dan solusi sekarang kondisi rumah sakit penuh, tak bisa nampung lagi pasien. Selter Dinsos yang didirkan adalah selter dengan gejala ringan kalau dengan oksigen perlu dumah sakit,” ucap Endang.