Real Madrid Menang 3-0 atas Racing Santander, Mourinho Puji Performa Tim
Real Madrid menang 3-0 atas Racing Santander. Mourinho memuji perkembangan tim, sementara Mbappe dan Bellingham turut mencatatkan pencapaian.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL - Realisasi vaksinasi terhadap remaja di Bantul masih rendah. Hal ini mengacu kepada data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Kamis (22/7/2021).
Dari 72.145 sasaran remaja yang disasar untuk mendapatkan vaksin dosis pertama, baru 266 remaja (0,31%) yang telah divaksin. Sementara untuk vaksin dosis kedua, dari 72.145 sasaran remaja yang disasar belum ada yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua.
Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho mengatakan tidak ada kendala dalam vaksinasi untuk remaja. Rendahnya realisasi vaksinasi untuk remaja, dinilainya terjadi lantaran program ini baru saja dijalankan.
“Karena memang baru mulai. Yang perlu dipahami adalah meski kami telah membuka vaksinasi untuk semua kategori, tetap prioritas sesuai kerentanan,” kata Abed, Jumat (23/7/2021).
BACA JUGA: Luhut Sebut Efektivitas PPKM Tergantung Penyaluran Bansos
Lebih lanjut Abed mengatakan hingga Kamis (22/7/2021) total sasaran vaksinasi di Bantul ada 752.225 sasaran. Dari jumlah tersebut, baru 24,69 % atau 185.717 yang telah divaksin dosis pertama. Sedangkan realisasi untuk dosis kedua, baru 10.06% atau 75.654 sasaran yang telah divaksin dari total 752.225 sasaran.
Abed merinci, untuk nakes ada 8.297 sasaran dan baru 93,42% atau 7.751 nakes menerima dosis pertama. Dosis kedua dari 8.297 sasaran baru 89,68% atau 7.441 nakes terealisasi. Sementara, sasaran pelayan publik dengan target sasaran 62.403 telah tervaksin dosis pertama sebanyak 68.470 (109.72%) dan untuk dosis kedua mencapai 37.120 (59.48%).
Untuk sasaran lansia dengan target 122.672, dosis pertama baru tervaksin 55.003 (44,84%), sedangkan dosis kedua 29.656 (24.18%).Untuk sasaran masyarakat rentan dari target sasaran 123.099, tervaksin dosis pertama 17.618 atau (14,31%) dan dosis kedua sebanyak 475 (0,39%). Sedangkan sasaran masyarakat umum dengan target 435.754, dosis pertama telah terealisasi 36.649 (8,41%) dan dosis kedua ada 962 (0,22%).
Sementara hingga Kamis (22/7/2021), jumlah vaksin yang tersedia di Dinkes Bantul masih ada 21.430 dosis vaksin Sinovac.
Menurut Abed, sejumlah usaha terus dilakukan oleh Dinkes untuk mempercepat realisasi vaksinasi. Selain melakukan jemput bola, pihaknya juga akan memaksimalkan keberadaan sentra vaksin.
“Rencana akan kami tambah lagi sentra vaksinasi di Dinkes,” ucap Abed.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Real Madrid menang 3-0 atas Racing Santander. Mourinho memuji perkembangan tim, sementara Mbappe dan Bellingham turut mencatatkan pencapaian.
Telkom membukukan pendapatan Rp113,5 triliun hingga September 2026, tumbuh 3,5% secara tahunan, didukung pertumbuhan bisnis data dan infrastruktur digital.
Realisasi pembangunan fisik Bantul baru 69,40% hingga Triwulan III 2026. DPRD meminta Pemkab mempercepat proyek infrastruktur, terutama perbaikan jalan.
BMKG tidak mendeteksi hujan saat bongkahan es merusak rumah di Pandak, Bantul. Asal-usul fenomena tersebut masih perlu dianalisis lebih lanjut.
Nelayan Gunungkidul mulai menangkap gurita. Sekali melaut, hasil tangkapan bisa mencapai 15 kilogram dengan harga hingga Rp100.000 per kilogram.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Borneo FC tanpa Ze Valente. Caretaker Guntur Cahyo Utomo menegaskan kekuatan tim terletak pada kolektivitas pemain.