Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Pendopo DPRD Sleman, Kamis (22/7/2021)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk mencegah penularan virus Corona, vaksinasi Covid-19 juga diberikan kepada keluarga ASN Pemerintah Kabupaten dan DPRD Sleman. Sekitar 1.500 orang mengikuti program ini.
Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiarta mengatakan pemberian vaksinasi ini dilakukan untuk mendukung dan mempercepat program Pemerintah guna terwujudnya kekebalan komunal (herd imunity). Tidak hanya bagi keluarga ASN dan Dewan, masyarakat juga terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Vaksinasi ini menyasar kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi karena berpotensi tinggi terpapar Covid-19," kata Haris di sela-sela kegiatan vaksinasi Keluarga Anggota Dewan dan ASN Setwan di Pendopo DPRD Sleman, Kamis (22/7/2021).
Haris mengimbau bagi peserta yang telah divaksin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai rajin mencuci tangan dengan sabun atau memakai handsanitizer, memakai masker medis, dan menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.
"Tetap jauhi kerumunan saat berada di luar rumah, kurangi mobilitas jika tidak ada keperluan yang mendesak. Ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tuturnya.
Baca juga: Hoaks Bahayakan Penanganan Pandemi
Untuk itu, DPRD Sleman juga menyerahkan sebanyak 5.000 masker dan 2 unit alat tensi meter saat pelaksanaan vaksinasi digelar. "Kami semua berharap dengan dilaksanakan vaksinasi penurunan angka lonjakan Covid-19 dapat tercapai," harapnya.
Ketua Gugus Depan Covid-19 DPRD Sleman, Abdul Kadir mengatakan vaksinasi menyasar 1.250 orang. Pada tahap pertama, vaksinasi tersebut diikuti sekitar 700 orang. Dalam kegiatan itu, Dinkes Sleman menurunkan total 20 tenaga kesehatan termasuk vaksinator. Adapun pemberian vaksin untuk dosis kedua akan dilakukan setelah 29 hari setelah pemberian dosis pertama.
"Kegiatan vaksinasi ini juga bertujuan untuk menyukseskan program pemerintah di mana pada akhir Agustus pemberian vaksin dosis pertama sudah bisa merata," katanya.
Terpisah, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau kegiatan vaksinasi bagi Keluarga ASN Sleman di Lobi Kantor Sekda Sleman. Sebanyak 698 orang keluarga ASN Sleman mengikuti vaksinasi yang diinisiasi oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Sleman tersebut.
"Vaksinasi ini merupakan salah satu bagian penting dari upaya dalam menangani pandemi yang pada saat ini sedang melanda dunia," kata Kustini.
Penggunaan vaksin, kata Kustini bertujuan untuk mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit tertentu, dalam hal ini Covid-19. Pemberian vaksin Covid-19 ini dimaksudkan agar penerima vaksin terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat karena di tubuhnya telah terbentuk antibodi.
Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Pemerintahan dan Hukum, Susmiarto mengatakan kuota peserta vaksinasi tersebut sebanyak 700 orang dan yang sudah terdaftar sebanyak 698 orang. Peserta merupakan merupakan keluarga PNS dan Non-PNS Sleman dari lingkungan OPD dan Kapanewon di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Cek jadwal terbaru KRL Jogja-Solo hari ini, Rabu 29 Juli 2026. Keberangkatan dari Stasiun Tugu hingga Palur mulai pagi hingga malam.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.