Vaksinasi Menyenangkan dengan Vaksin Wisata

Diskusi daring bertema Vaksin Wisata Dukung Akselerasi di DIY, Jumat (30/7/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
30 Juli 2021 16:47 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Vaksinasi bisa dilakukan secara menyenangkan seperti di tempat wisata. Pemda DIY meluncurkan program Vaksin Wisata. Dinas Pariwisata (Dispar) DIY melaksanakan program Vaksin Wisata di beberapa objek wisata seperti Mangunan, Jogja Bay, Pantai Ngobaran, Tebing Breksi, dan lainnya.

Vaksin Wisata ke depan juga akan menyasar 132 desa wisata yang tersebar di kota dan kabupaten di DIY. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo dalam diskusi daring bertema Vaksin Wisata Dukung Akselerasi di DIY hasil kerja sama Harian Jogja, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, dan Dispar DIY.

Selain upaya mempercepat vaksinasi, program ini sekaligus mempromosikan objek wisata. “Yang tadinya takut [vaksin] karena jarum suntik, sekarang jarum suntik kami bawa ke tempat wisata, sehingga mereka lupa ketakutan dengan jarum suntik,” kata Singgih, Jumat (30/7). “Program ini disambut baik dan diapresiasi. Tingkat kedatangan [peserta vaksin] dan kebahagiaan sasaran yang kami vaksin juga bagus, kami akan adakan terus.”

Tidak hanya sasaran vaksinasi dari luar daerah objek wisata, pelaku wisata sekitarnya juga turut antusias. Setelah lama tidak berwisata lantaran PPKM, sasaran Vaksin Wisata ini bisa berlibur kecil-kecilan. Setelah selesai antre dan mendapat suntikan, mereka bisa jalan-jalan sebentar di objek wisata. “Ini kesempatan vaksin sekaligus wisata kecil-kecilan. Kami minta mereka untuk mengajak temen-temannya untuk ikut vaksin juga,” kata Singgih.

Vaksin memang bukan syarat administrasi melakukan kegiatan, termasuk masuk objek wisata maupun menginap di hotel. Namun Dispar DIY akan merancang program khusus. Warga yang telah disuntik vaksin akan mendapat diskon dan sejenisnya di objek wisata. Hal ini tentunya saat keadaan sudah aman dan objek wisata sudah bisa buka secara normal.

Meski bukan hal yang membuat kebal dari Covid-19, vaksin merupakan salah satu kunci meminimalkan resiko tertular dan mendapat gejala berat. Apabila capaian vaksin nasional sudah mencapai 70 persen, maka kegiatan masyarakat, termasuk di sektor pariwisata bisa kembali merangkat naik. “Mari ciptakan DIY lebih baik, salah satunya dengan vaksin. Harapan kami untuk menuju DIY lebih baik, pariwisata lebih baik. Persiapan sumber daya manusia dunia pariwisata lebih baik dengan vaksin semua,” kata Singgih.

Di DIY, ada target vaksinasi untuk 2,8 juta orang atau sekitar 70 persen dari total penduduk. Sampai sejauh ini, penerima dosis pertama di DIY sudah sekitar 38 persen. Sedangkan untuk dosis kedua sekitar 14,9 persen.

Menurut Ketua BPPD DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, perlu keterlibatan semua pihak dalam percepatan vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunal. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan masyarakat, swasta, dan pihak lainnya. Setelah kekebalan komunal tercapai, harapannya perekonomian bisa berjalan lagi dengan lebih leluasa.

Vaksin Wisata merupakan peran yang coba para pegiat pariwisata coba lakukan. Pelaksanaannya juga dengan mempertimbangkan banyak hal, termasuk sarana prasarana, kecocokan lokasi, dan lainnya. “Orang yang tertarik untuk vaksin cukup tinggi, contohnya dalam satu minggu ini kami mengadakan vaksinasi, baru dua jam perdaftaran sudah penuh. Jumlahnya padahal 2.500 peserta,” kata GKR Bendara. “Hanya memang masih ada beberapa kendala.”

Salah satu kendala di lapangan seperti banyaknya penyelenggara. Di satu sisi baik untuk lebih luas menyisir dan mendistribusikan. Namun tidak menutup kemungkinan koordinasi yang kurang baik. Belum lagi kategori dan zona vaksin tiap penyelenggaran berbeda.

Sebagai contoh vaksinasi untuk anak sekolah usia 12-18 tahun. Vaksinasi pelajar yang berasal dari berbagai kelurahan berada di sekolah. “Kelurahan atau tukun tetangga yang masuk zona merah dan hijau ketemu di situ. Kalau vaksin per zona kelurahan, yang zona merah tidak bercampur dengan zona hijau,” kata GKR Bendara. “Kami sedang coba untuk komunikasikan untuk jadwalnya. Sehingga misalnya, masyarakat Sleman tidak perlu mengincar vaksinasi di Kota Jogja, tinggal tunggu jadwal di Sleman. Sinkronisasi ini yang belum tercapai.”

GKR Bendara berpesan kepada masyarakat agar tidak ragu untuk vaksinasi. Tidak perlu juga memilih jenis vaksinnya. “Yang penting vaksin dulu, untuk mengamankan keluarga,” katanya.