Gelombang Tinggi, Nelayan Gunungkidul Berhenti Melaut

Yanto salah seorang nelayan di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari sedang memperbaiki jala, Kamis (29/7/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan.
30 Juli 2021 05:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Puluhan nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul berhenti melaut. Aktivitas menangkap ikan terpaksa dihentikan karena adanya ancaman gelombang tinggi di Pantai Selatan.

Salah seorang nelayan, Yanto mengatakan, sudah mendapatkan informasi berkaitan dengan kenaikan gelombang laut sejak beberapa hari yang lalu. Para nelayan juga mengantisipasi dengan menaikan kapal-kapal ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak diterjang ombak.

BACA JUGA : Gelombang Setinggi 5 Meter Ancam Kawasan Pantai Selatan

Menurut dia, aktivitas di laut sudah berhenti sejak Minggu (25/7/2021) lalu. Nelayan tidak berani menangkap ikan untuk menjaga keselamatan. “Ya terpaksa berhenti karena kalau nekat risikonya sangat berbahaya untuk keselamatan,” kata Yanto, Kamis (29/7/2021).

Berhentinya aktivitas melaut dimanfaatkan untuk memperbaiki jala. Ia berharap kondisi di laut segera normal sehingga nelayan bisa kembali melakukan penangkapan.

“Kalau saya milih memperbaiki jaring, jadi cuacanya baik langsung bisa melaut. Tapi, ada juga nelayan yang memilih pergi ke ladang untuk mengisi kegiatan selama berhenti melaut,” katanya.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, kenaikan gelombang air laut sudah terjadi sejak Senin (26/7). Meski demikian, hingga Kamis siang kondisi masih aman dan gelombang laut juga terpantau landai.

“Belum terlihat dampaknya dan mudah-mudahan semua aman terkendali,” katanya.

BACA JUGA : Waspada! Gelombang Tinggi Pantai Selatan DIY Terjadi

Marjono menuturkan, sesuai dengan prediksi puncak gelomban setinggi lima meter akan menerjang pada Jumat (30/7). Upaya antisipasi sudah dilakukan. Selain memberikan informasi kepada warga di kawasan pantai, nelayan juga telah memindahkan kapal-kapal ke tempat yang lebih tinggi sehingga bisa terhindar dari kerusakan.

“Fenomena ini sudah sering terjadi karena hampir setiap tahun ada kenaikan gelombang. Mudah-mudahan tidak ada kerusakan maupun korban jiwa,” katanya.