Anggaran Droping Air Gunungkidul Dipangkas, Ini Dampaknya
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta, distribusi turun. BPBD siaga hadapi kemarau panjang.
Yanto salah seorang nelayan di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari sedang memperbaiki jala, Kamis (29/7/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Puluhan nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul berhenti melaut. Aktivitas menangkap ikan terpaksa dihentikan karena adanya ancaman gelombang tinggi di Pantai Selatan.
Salah seorang nelayan, Yanto mengatakan, sudah mendapatkan informasi berkaitan dengan kenaikan gelombang laut sejak beberapa hari yang lalu. Para nelayan juga mengantisipasi dengan menaikan kapal-kapal ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak diterjang ombak.
BACA JUGA : Gelombang Setinggi 5 Meter Ancam Kawasan Pantai Selatan
Menurut dia, aktivitas di laut sudah berhenti sejak Minggu (25/7/2021) lalu. Nelayan tidak berani menangkap ikan untuk menjaga keselamatan. “Ya terpaksa berhenti karena kalau nekat risikonya sangat berbahaya untuk keselamatan,” kata Yanto, Kamis (29/7/2021).
Berhentinya aktivitas melaut dimanfaatkan untuk memperbaiki jala. Ia berharap kondisi di laut segera normal sehingga nelayan bisa kembali melakukan penangkapan.
“Kalau saya milih memperbaiki jaring, jadi cuacanya baik langsung bisa melaut. Tapi, ada juga nelayan yang memilih pergi ke ladang untuk mengisi kegiatan selama berhenti melaut,” katanya.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, kenaikan gelombang air laut sudah terjadi sejak Senin (26/7). Meski demikian, hingga Kamis siang kondisi masih aman dan gelombang laut juga terpantau landai.
“Belum terlihat dampaknya dan mudah-mudahan semua aman terkendali,” katanya.
BACA JUGA : Waspada! Gelombang Tinggi Pantai Selatan DIY Terjadi
Marjono menuturkan, sesuai dengan prediksi puncak gelomban setinggi lima meter akan menerjang pada Jumat (30/7). Upaya antisipasi sudah dilakukan. Selain memberikan informasi kepada warga di kawasan pantai, nelayan juga telah memindahkan kapal-kapal ke tempat yang lebih tinggi sehingga bisa terhindar dari kerusakan.
“Fenomena ini sudah sering terjadi karena hampir setiap tahun ada kenaikan gelombang. Mudah-mudahan tidak ada kerusakan maupun korban jiwa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta, distribusi turun. BPBD siaga hadapi kemarau panjang.
UII, SEAMEO BIOTROP, dan SEAQIM mendorong ekonomi sirkular berbasis STEM-ESD untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 1 Juli 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
BTNGM memastikan pendakian Gunung Merapi masih ditutup karena status Siaga Level III dan aktivitas erupsi masih tinggi.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 1 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Simak perbandingan iPhone 17e dan iPhone 16e, mulai cip A19, MagSafe, kamera, kapasitas penyimpanan, hingga harga di Indonesia.