Waspada! Gelombang Tinggi Pantai Selatan DIY Terjadi hingga Agustus

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
02 Juni 2021 19:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Gelombang tinggi di perairan pantai selatan wilayah Kabupaten Kulonprogo patut diwaspadai oleh wisatawan maupun nelayan. Pasalnya, berdasarkan prediksi BMKG Stasiun Klimatologi DIY gelombang tinggi bakal terjadi sampai dengan Agustus 2021 mendatang.

Kepala Kelompok Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa mengatakan fenomena gelombang tinggi di perairan selatan DIY merupakan hal yang lumrah terjadi saat musim kemarau.

"Kondisi itu [gelombang tinggi] ada karena adanya fenomena udara bertekanan rendah yang terjadi di wilayah Asia. Hal itu berbanding terbalik dengan wilayah Australia yang terjadi karena tekanan udara tinggi, perbedaan yang signifikan itu berdampak pada tingginya gelombang di wilayah pantai selatan," kata Sigit pada Rabu (2/6/2021).

BACA JUGA: Bangun Pagi Lebih Awal Bisa Kurangi Risiko Depresi

Adapun, berdasarkan prediksi dari BMKG Staklim Mlati DIY, gelombang tinggi bakal terjadi hingga Agustus 2021 mendatang. Gelombang tinggi berkisar antara 2,5 meter hingga empat meter.

Terlebih, sebelumnya juga telah terjadi kejadian kecelakaan laut yang membuat wisawatan tergulung ombak pada wilayah pantai Gunungkidul maupun Kebumen.

"Oleh karena itu, kami mengimbau agar nelayan maupun pengunjung agar lebih berhati-hati saat mengunjungi pantai karena gelombang tinggi masih cukup signifikan," kata Sigit.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko, mengatakan gelombang tinggi di perairan selatan DIY telah diwaspadai oleh jajarannya. Upaya yang diambil adalah dengan mengimbau nelayan sebelum beraktivitas di pantai.

Kemudian, patroli rutin di sejumlah titik berkumpulnya wisatawan juga akan dilakukan oleh Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo.

"Khusus untuk pantai Glagah kami berikan perhatian di pemecah ombak karena lokasi tersebut sering menjadi titik kumpul wisatawan," kata Aris.