Kecelakaan Maut di Ringroad Wonosari, 2 Pemotor Meninggal
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Gelombang setinggi lima meter diprediksi menerjang kawasan pantai selatan selama satu pekan mendatang. Para nelayan pun diminta berhati-hati dan waspda sehingga dampak dari kenaikan gelombang di pantai tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca yang diterima, mulai Senin (26/7/2021) hingga Minggu (1/8/2021) ketinggian gelombang mencapai empat sampai lima meter. “Hari ini mulai naik dan puncaknya pada 1 Agustus dengan prediksi ketinggian gelombang mencapai lima meter,” kata Marjono, Senin pagi.
Meski masih sebatas prediksi, anggota SAR Satlinmas sudah memberikan peringatan kepada para nelayan untuk lebih berhati-hati. Tindak lanjut dari imbauan, para nelayan di Pantai Baron juga sudah mulai menaikan kapal-kapal ke tempat lebih tinggi agar terhindar dari kerusakan saat terjadi gelombang pasang.
“Mudah-mudahan semua aman dan tidak ada kerusakan,” katanya.
Marjono menambahkan, untuk sektor pariwisata masih tutup sehingga fokus pengamanan ditujukan kepada nelayan dan warga di kawasan pesisir. Ia berharap adanya kenaikan gelombang tidak sampai menimbulkan kerugian. “Kami akan terus pantau perkembangan dan akan disampaikan kepada nelayan maupun warga di sekitar pantai,” katanya.
Baca juga: Pemda DIY Bentuk Satgasus Pantau Pasien Isoman
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto mengatakan, gelombang pasang di kawasan pantai sudah mulai terlihat pada Senin pagi. Meski demikian, kondisi ini masih dirasakan aman sehingga ada sejumlah nelayan yang tetap mencari ikan di laut. Hal itu dikarenakan puncak gelombang tinggi baru terjadi di akhir Juli.
“Saya termasuk [mencari ikan] karena baru saja selesai melaut. Tapi, memang sudah ada yang berhenti untuk mengantisipasi kenaikan gelombang laut,” katanya.
Menurut dia, potensi kenaikan gelombang merupakan fenomena biasa dan hampir terjadi setiap tahunnya. Meski demikian, upaya antisipasi tetap harus dilakukan agar tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.
“Tetap harus diwaspadai. Rencannaya kami nelayan di Pantai Ngandong juga akan menaikan kapal-kapal ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.
Hakim kembali menolak praperadilan eks Waka BGN Lodewyk Pusung. Status tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG tetap sah.
Basarnas mengerahkan Kopaska, BSG, dan KRI Canopus untuk mencari 129 korban Kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Sinergi tersebut dibahas dalam Overview Implementasi SIPD RI-SP2D Online dan evaluasi Optimalisasi Penggunaan KKI/KKPD di Semarang, Jumat (11/9/2026).
Amazon menghentikan sementara operasi dengan 21 Air setelah pesawat kargo kecelakaan di Miami yang menewaskan lima orang.