Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Gelombang setinggi lima meter diprediksi menerjang kawasan pantai selatan selama satu pekan mendatang. Para nelayan pun diminta berhati-hati dan waspda sehingga dampak dari kenaikan gelombang di pantai tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca yang diterima, mulai Senin (26/7/2021) hingga Minggu (1/8/2021) ketinggian gelombang mencapai empat sampai lima meter. “Hari ini mulai naik dan puncaknya pada 1 Agustus dengan prediksi ketinggian gelombang mencapai lima meter,” kata Marjono, Senin pagi.
Meski masih sebatas prediksi, anggota SAR Satlinmas sudah memberikan peringatan kepada para nelayan untuk lebih berhati-hati. Tindak lanjut dari imbauan, para nelayan di Pantai Baron juga sudah mulai menaikan kapal-kapal ke tempat lebih tinggi agar terhindar dari kerusakan saat terjadi gelombang pasang.
“Mudah-mudahan semua aman dan tidak ada kerusakan,” katanya.
Marjono menambahkan, untuk sektor pariwisata masih tutup sehingga fokus pengamanan ditujukan kepada nelayan dan warga di kawasan pesisir. Ia berharap adanya kenaikan gelombang tidak sampai menimbulkan kerugian. “Kami akan terus pantau perkembangan dan akan disampaikan kepada nelayan maupun warga di sekitar pantai,” katanya.
Baca juga: Pemda DIY Bentuk Satgasus Pantau Pasien Isoman
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto mengatakan, gelombang pasang di kawasan pantai sudah mulai terlihat pada Senin pagi. Meski demikian, kondisi ini masih dirasakan aman sehingga ada sejumlah nelayan yang tetap mencari ikan di laut. Hal itu dikarenakan puncak gelombang tinggi baru terjadi di akhir Juli.
“Saya termasuk [mencari ikan] karena baru saja selesai melaut. Tapi, memang sudah ada yang berhenti untuk mengantisipasi kenaikan gelombang laut,” katanya.
Menurut dia, potensi kenaikan gelombang merupakan fenomena biasa dan hampir terjadi setiap tahunnya. Meski demikian, upaya antisipasi tetap harus dilakukan agar tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.
“Tetap harus diwaspadai. Rencannaya kami nelayan di Pantai Ngandong juga akan menaikan kapal-kapal ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.