Penataan Lahan PSEL Piyungan Dimulai, Rampung Desember 2026
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Polisi mengamankan senjata tajam jenis clurit, serta piringan rem cakram yang telah dimodifikasi dengan diberi tali pengayun di lokasi kecelakaan di Jalan AM. Sangaji, Kota Jogja, Sabtu (31/7/2021) dini hari.
Hal itu diungkapkan oleh Kasatreskrim Polresta Jogja, Kompol Riko Sanjaya. Sejumlah barang bukti lain berupa sepeda motor serta serpihan bodi motor milik korban juga sudah diamankan.
Riko Sanjaya mengungkapkan pihaknya masih mengembangkan dan memeriksa sejumlah saksi dalam insiden itu. "Masih dalam penyelidikan Reskrim, Senin mau cek CCTV di sekitar lokasi kejadian," katanya, Minggu (1/8/2021).
Baca juga: Kisah Pedagang saat PPKM: Rela Japri Pelanggan hingga Layanan Antar-Jemput
Korban kecelakaan tersebut adalah dua orang remaja masing-masing berinisial A, 16, warga Terban, Gondokusuman serta R, 16, warga Tegalrejo. Mereka dilaporkan menabrak pohon perindang di Jalan AM. Sangaji pada Sabtu dini hari sekira pukul 03.10 Wib. Akibat insiden itu A tewas di tempat sementara R harus mendapat perawatan intensif karena luka yang cukup parah.
Kasubag Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja mengatakan sebelum insiden itu terjadi kedua pelajar yang berboncengan dengan mengendarai sepeda motor bernomor polisi AB-2370-EV itu terlibat kejar-kejaran dengan rombongan orang tak dikenal. Mereka dipepet saat berada di depan kantor Bank BPD DIY, Jetis hingga akhirnya menabrak pohon perindang.
Baca juga: Jusuf Hamka Luruskan Kesimpangsiuran Soal Bank Syariah, Ini Klarifikasnya
Peristiwa itu bermula saat A dan R melaju di Jalan Monjali sehabis nongkrong di warung burjo. Saat berkendara, ada pemotor lain yang memainkan gas motor (bleyer) kepada mereka. Bersama rekannya yang lain mereka kemudian berusaha mencari pemotor itu.
"Kemudian dari arah selatan ke utara di seputaran simpang empat Jalan Baru, Mlati, Sleman melaju rombongan pengendara lain dan pada saat berpapasan beberapa pengendara rombongan itu berteriak "kae wonge" kepada rombongan korban. Dan langsung terlibat kejar-kejaran," ungkap Timbul, Minggu (1/8/2021).
Rombongan korban kemudian memacu gas kendaraannya. Saat tiba di depan Kantor Kas Bank BPD DIY Jalan A.M. Sangaji, korban oleng ke arah kanan dan kehilangan kendali lantas menabrak pohon perindang yang berada di sisi barat jalan. Lalu rombongan terduga pelaku melarikan diri setelah melihat insiden itu.
"Diduga tabrakan itu terjadi karena korban panik. Korban A mengalami luka berat di bagian kepala. Sementara R patah kaki kanan dan sekarang tengah dirawat di rumah sakit," tambah Timbul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.
BMKG memprediksi musim hujan DIY mulai akhir November hingga Desember 2026. El Niño dan dinamika atmosfer-laut memengaruhi kondisi tersebut.
Polisi menduga bakul nasi goreng di Karanganyar meninggal akibat gagal jantung. Luka di pelipis kanan diduga akibat benturan saat terjatuh.
Masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah lokasi pelayanan untuk memperpanjang SIM A dan SIM C sebelum masa berlaku berakhir.
Cek jadwal SIM Keliling dan SIM Corner Jogja 12 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan, jam operasional, dan syarat perpanjangan SIM.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut revisi UU LLAJ akan mengatur transportasi online, termasuk ojol, dengan target rampung pada 2026.