CPNS DIY, Penyuluh Kehutanan Sepi Peminat

Ilustrasi - Harian Jogja/Dok.
05 Agustus 2021 17:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di DIY sudah masuk tahap masa sanggah. 

“Kami cek per hari ini belum ada [pendaftar yang mengajukan sanggahan], mudah-mudahan tidak ada. Artinya semua sudah sesuai ketentuan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY, Amin Purwani, saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (5/8/2021).

Amin mengatakan total ada sekitar 1.800 pendaftar. Sementara kuota yang tersedia adalah 56 formasi CPNS dan 210 formasi PPPK. Namun yang lolos administrasi sebanyak 1.400-an pendaftar. Dari banyaknya pendaftar CPNS dan PPPK, kata Amin, hanya satu formasi yang kosong, yakni formasi Penyuluh Kehutanan.

Menurut dia, formasi Penyuluh Kehutanan adalah formasi PPPK non-guru. Formasi tersebut membutuhkan pengalaman kerja sehingga hanya sedikit peminatnya karena harus ada pengalaman terlebih dahulu.

“Sebenarnya ada yang daftar tapi tidak masuk kriteria itu. Mau bagaimana lagi karena ketentuan dari sana. Ketentuan dari sana ya sudah [kosong],” ujar Amin.

Saat ini pihaknya mempersiapkan seleksi kompetensi dasar (SKD) yang rencananya akan digelar di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) di Jalan Parangtritis. Awalnya SKD akan digelar serentak di Jogja Expo Center (JEC) namun lokasi tersebut sudah ada jadwal kegiatan sehingga dipindah ke ISI.

Menurut dia, ISI memungkinkan digunakan sebagai seleksi CPNS dan PPPK karena lokasinya luas sehingga dapat memenuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi di DIY. SKD rencananya akan digelar tiga sesi selama sehari dengan kapasitas per sesi sebanyak 200 orang supaya tidak terlalu berkerumun.

Amin memastikan setiap tahapan seleksi CPNS dan PPPK digelar secara terbuka dan transparan sehingga dia meminta para pelamar untuk tidak memercayai oknum yang menjanjikan dapat meloloskan tes CPNS dan PPPK atau dapat mempermudah apalagi berbayar. Seleksi SKD dilakukan dengan metode Computer Assisted Test (CAT) sehingga hasilnya langsung dapat diketahui oleh pelamar.

Meski mendapat kuota CPNC 56 formasi dan 210 formasi PPPK, DIY belum menutup kebutuhan pegawai di Pemda DIY, bahkan yang pensiun tahunan lebih banyak daripada penerimaan CPNS. Tahun ini saja yang pensiun mencapai 600 orang lebih.

Amin mengatakan kebutuhan pegawai di Pemda DIY mencapai 14.000-an. Sementara yang ada selama ini sekitar 11.000. “Sisanya untuk menutupi kekurangan pegawai adalah dengan pengadaan tenaga bantuan,” kata dia. 

Total pegawai tenaga bantuan ada sekitar 3.500.