Walidah Dahlan Jalankan Fungsi Utama dan Strategis Masjid

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, haedar Nasir, secara simbolik membunyikan sirine untuk ground breaking Masjid Walidah Dahlan, Sabtu (14/8/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
14 Agustus 2021 14:47 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Bertepatan dengan awal tahun baru Islam 1443 Hijriah dan mendekati hari kemerdekaan RI, UNISA Yogyakarta memulai pembangunan masjid Walidah Dahlan yang ditandai dengan ground breaking pada Sabtu (14/8/2021). Bangunan seluas 11.200 meter persegi ini ditargetkan rampung dalam dua tahun.

Rektor UNISA Yogyakarta, Warsiti, menjelaskan pembangunan masjid Walidah Dahlan ini dapat terlaksana atas dukungan Muhammadiyah, Aisyiyah dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Akan jadi pusat pencerahan umat dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program dan aktivitas,” ujarnya.

Masjid ini terdiri dari tujuh lantai yang meliputi semi basement untuk area parkir, lantai satu untuk Islamic Convention Hall, mezzanine 1 untuk executive lounge, lantai 2 dan 3 untuk masjid, mezzanine 2 untuk perpustakaan dan mezzanine 3 untuk storage.

Menyesuaikan karakter UNISA yang memperhatikan aspek kesehatan, Masjid Walidah Dahlan dibangun dengan arsitektur modern dan ramah lingkungan. Hal ini diwujudkan dengan menggunakan AC, lift dan lampu hemat energi, daur ulang air wudhu, penggunaan energi alternatif panel surya serta kaca Gedung peredam panas.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, menuturkan nama masjid Walidah Dahlan diambil dari nama pendiri Aisyiyah dan Muhammadiyah, yakni Siti Walidah bersama suaminya, KH Ahmad Dahlan. Mereka mendirikan Aisyiyah pada 1917 silam dan hingga kini menjadi organisasi islam perempuan terbesar di dunia.

Selain menjadi tokoh islam, keduanya juga merupakan pahlawan nasional dengan perannya yang tak kecil dalam kebangkitan Indonesia menuju kemerdekaan. hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi generasi muda untuk memiliki wawasan keislaman sekaligus mencintai tanah air.

“Masjid selama ini memiliki fungsi utama, namun masjid juga memiliki fungsi strategis dan vital bagi pembinaan perguruan tinggi Aisyah. Sebagai penyemaian kader muda generasi bangsa, UNISA dituntut memberi pendampingan dan pembinaan mendorong mahasiswa miliki keteguhan, mandiri, dibingkai dengan spirit Islam rahmatan lil alamin,” ungkapnya.

Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan Siti Walidah jadi teladan untuk mendorong pemberdayaan, kesetaraan dan kepemimpinan perempuan. “Kami melakukan program memperbanyak kepemimpinan para direksi di BUMN. Saya juga ikuti kiprah Aisyiyah sebagai organisasi perempuan dengan peran besar. UNISA telah tumbuh dan bertransformasi,” katanya.

Rancangan modern, ramah lingkungan dan multifungsi kata dia, merepresentasikan peranan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah tapi pendidikan karakter dan pemberdayaan. Tidak hanya untuk civitas akademik, tapi juga untuk kaum duafa dan umat secara luas. “Semoga jadi energi UNISA dan aisyah terus berperan membentuk pemimpin yang punya visi dan keberpihakan pada rakyat,” ujarnya.