Merapi Masuki Fase Ekstrusi, 10 Awan Panas Muncul dalam 2 Hari 

Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021. - Harian Jogja/Nina Atmasari
17 Agustus 2021 17:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Memasuki fase ekstrusi, aktivitas guguran dan awan panas Gunung Merapi teramati cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin (16/8/2021), awan panas tercatat mencapai sejauh 3,5 km, terpanjang kedua setelah kemunculan rangkaian awan panas pada 27 Januari lalu.

Kepala Balai penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan pada Selasa (17/8/2021), awan panas pertama teramati pada pukul 05.15 WIB. “Tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm, durasi 100 detik dan jarak luncur 1,3 km ke arah barat daya tepatnya Sungai Bebeng,” ujarnya.

Awan panas kedua pada hari itu cukup besar, terjadi pada pukul 07.01 dan 07.43 WIB, tercatat di seismogram dengan amplitudo 48 mm, dengan durasi 127 dan 124 detik. Awan panas kedua ini memiliki jarak luncur 2 km dengan arah yang sama ke sungai Bebeng.

Total pada Selasa (17/8/2021) hingga pukul 12.00 WIB terjadi sebanyak lima awan panas. Sementara pada hari sebelumnya, Senin (16/8/2021), selama 24 jam juga terjadi lima awan panas, dengan jarak luncur maksimal 3,5 km ke arah yang sama. Jarak luncur awan panas sejauh ini terakhir terjadi pada 27 januari lalu, saat terjadi rangkaian awan panas terbanyak selama periode erupsi kali ini.

Selain awan panas, pada Selasa (17/8/2021) pada periode pengamatan pukul 00.00 WIB-12.00 WIB juga terjadi guguran lava sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimal 1,2 km ke arah barat daya. Sedangkan pada Senin (16/8) terjadi 13 guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1,5 km.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Kali Putih.

Lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Status aktivitas Gunung Merapi saat ini masih Siaga.