Advertisement
Aplikasi Sibakul Jogja Tambah Fitur Layanan Data & Informasi
Tampilan muka laman web layanan data koperasi dan UKM Sibakul Jogja yang dikembangkan Diskop UKM DIY.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Aplikasi Pembinaan Sibakul Jogja dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) DIY terus berinovasi menambah fitur-fitur layanan yakni penyediaan data UMKM sebagai bentuk layanan informasi bagi publik.
“Data di Sibakul Jogja tidak lagi terbatas untuk acuan dalam pembinaan koperasi dan UMKM DIY namun juga untuk pelayanan data bagi masyarakat umum dalam bentuk informasi yang bisa diakses publik,” Kepala DisKopUKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (18/8/2021).
Advertisement
Fitur ini menyediakan sistem bagi data dalam bentuk pemberian akses maupun integrasi dengan aplikasi data yang dikembangkan Pemerintah selaku pembina koperasi dan UMKM Mekanismenya, kata dia, ada surat resmi permintaan data dari pemohon yang menunjukkan kebutuhan jenis data yang diminta disertai dengan surat pernyataan agar data tidak disebarluaskan. “Misalnya suatu instansi membutuhkan data nama UMKM, jenis usaha, alamat usaha, di Kota Yogyakarta, kepada instansi tersebut akan diberi akses sesuai kebutuhan dalam jangka waktu tertentu,” kata Siwi, sapaan karib Nurkyatsiwi.
Akses data ini, lanjut Siwi, dapat dilihat pada laman web sibakuljogja.jogjaprov.go.id. Layanan pemberian akses ini bisa membuka peluang kolaborasi pembinaan koperasi dan UMKM antar multipihak dari seluruh pemangku kepentingan di DIY. Namun demikian keleluasaan dalam mendapatkan data ini masih dibatasi mengingat adanya informasi yang dikecualikan, seperti NIK, NIB dan sejenisnya.
Menurut Siwi, penyediaan fitur informasi UMKM untuk publik ini sangat relevan dengan kebutuhan saat ini yaitu percepatan peningkatan perekonomian. Dengan integrasi data ini diharapkan pembinaan dari berbagai pihak pada UMKM tidak tumpang tindih dan saling mendukung agar UMKM naik kelas.
Penyediaan fitur ini juga sekaligus menyokong aplikasi Integrated Development Management Center (IDMC) dan Jogja Center yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika DIY. IDMC merupakan aplikasi pengintegrasi dari beberapa aplikasi yang sudah tersedia di lingkungan Pemerintah Daerah DIY. Aplikasi ini berfungsi sebagai Decision Support System. Data dan informasi di dalamnya akan digunakan untuk mempermudah pengambilan kebijakan di lingkungan Pemda DIY agar lebih cepat dan tepat. “Fitur baru kami ini seperti gayung bersambut, sehingga data koperasi dan UMKM DIY serta kegiatan-kegiatannya bisa diintegrasikan dengan IDMC maupun Jogja center tersebut,” kata Siwi.
Aplikasi Sibakul Jogja tahun ini diikutkan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021 dengan judul Rajutan Sibakul, akronim dari Cara Jitu Usaha Tangguh dengan Sistem Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha. Inovasi Diskop UKM DIY ini muncul sebagai pemenang di Top 45 Inovasi pada helatan yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) tersebut, menyingkirkan lebih dari 1.500 inovasi lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Siaran Pers
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Siapkan Parkir Digital Guna Urai Kepadatan Libur Lebaran
- Polres Bantul Batasi Radius Takbir Keliling Hanya di Lingkup Kapanewon
- Puncak Arus Kedatangan Pemudik di Bantul Terjadi Hari Ini
- Rahang Tuna Bakar Jadi Menu Baru Andalan di Jogja, Ini Keistimewaannya
- Akhir Pekan Jadi Waktu Favorit Wisatawan Kunjungi Kawasan Kaliurang
Advertisement
Advertisement









