Persik vs PSS Sore Ini, Macan Putih Incar Tiga Poin di Kandang
Persik Kediri menjamu PSS Sleman pada pekan keenam Super League. Simak jadwal, prediksi pemain, performa, dan suasana duka suporter.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Projotamansari Arinto Hendro Budiantoro./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL-Arinto Hendro Budiantoro, 46, tidak pernah menyangka jika keputusannya untuk mengikuti fit and proper test pada 2018 silam akan mengantarnya ke kursi Direktur Perumda Air Minum Tirta Projotamansari. Sebab, pesaing Arinto adalah orang-orang yang kaya pengalaman dan lama berkecimpung di perusahaan tersebut.
Namun nasib berkata lain. Arinto mampu menyingkirkan sejumlah kandidat lain seperti Bernadeta Wiwik Hesti Winarni, Mukidi, dan Wresti Eka Tri Yuliati untuk memperebutkan kursi yang ditinggalkan direktur lama yakni Yudi Indarto yang meninggal dunia pada Agustus 2018. “Karena banyak didorong oleh teman-teman kantor, akhirnya saya memberanikan diri mengikuti seleksi tersebut. Sempat ragu karena pesaing saya lebih senior dan kaya pengalaman, namun Alhamdulillah saya yang lolos,” kata Arinto.
Arinto sejatinya bukan orang baru di Perumda Air Minum Tirta Projotamansari. Ia adalah orang lama yang sangat paham dengan persoalan yang dihadapi oleh Perumda Air Minum Tirta Projotamansari.
“Saya masuk ke PDAM pada 1998 setelah lulus dari UGM 1997. Awalnya saya ditempatkan di unit pelayanan Selopamioro dan Seloharjo sebelum dipindah ke kantor pada 2009 di bagian keuangan. Pada 2016 saya menempati posisi sebagai Kabag Keuangan sebelum akhirnya mengikuti tes seleksi sebagai direktur utama,” kata Arinto.
Setelah menduduki kursi direktur utama, sejumlah perubahan mulai terlihat. Hal ini tercermin dari saldo kas di akhir 2019 menjadi Rp4,2 miliar, atau naik dari tahun sebelumnya Rp2,2 miliar. Begitu juga dengan laporan laba. Alhasil perusahaan mampu meningkatkan setoran PAD kepada Pemkab Rp678 juta, atau melebihi dari target sebesar Rp400 juta.
Menurut Arinto, adanya peningkatan ini tidak lepas dari usahanya memadukan antara pengalamannya di lapangan dan manajerial. “Jadi saya padukan antara teori dan praktik. Setiap keluhan yang ada kami tanggapi dan kami pelajari untuk dicarikan solusi,” kata pria kelahiran Bantul, 14 Oktober 1975 ini.
Meski mampu membawa Perumda Air Minum Tirta Projotamansari menjadi lebih baik, bukan berarti tak ada hambatan dan kendala. Diakui oleh bapak dua anak ini, di tahun awal sebagai direktur dirinya merasakan tantangan yang luar biasa. “Sebab saya harus memimpin para senior. Tentu ini jadi tantangan dan pertarungan tersendiri bagi saya. Begitu masuk pada 2020, saya juga dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Tapi hal ini saya anggap sebagai sebuah tantangan untuk bisa bekerja dan memberikan yang lebih lagi,” ucap suami dari Ika Nur Arifah ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persik Kediri menjamu PSS Sleman pada pekan keenam Super League. Simak jadwal, prediksi pemain, performa, dan suasana duka suporter.
Bakom RI membuka ruang kritik terhadap program MBG. Pemerintah menguji konsep prasmanan di 66 SPPG di 10 provinsi untuk memperbaiki layanan.
BPOB mendampingi pelaku usaha desa penyangga Borobudur memperkuat identitas produk, storytelling, branding, dan pemasaran digital.
BI memperbesar diskon hedging hingga 45% untuk menarik modal asing. Ekonom mengingatkan risiko ketergantungan pada arus modal jangka pendek.
Mbah Wariyana di Bantul berjualan jajanan dengan penghasilan Rp35.000 sehari demi memenuhi kebutuhan hidup dan merawat cucunya yang disabilitas.
Soundrenaline Sana Sini digelar di Ambarrukmo District, Jogja, 31 Oktober 2026, menghadirkan The SIGIT, Efek Rumah Kaca, HIVI!, dan lainnya.