Padukan Pengalaman Lapangan & Manajerial

Direktur Perumda Air Minum Tirta Projotamansari Arinto Hendro Budiantoro. - Harian Jogja/Jumali
18 Agustus 2021 07:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Arinto Hendro Budiantoro, 46, tidak pernah menyangka jika keputusannya untuk mengikuti fit and proper test pada 2018 silam akan mengantarnya ke kursi Direktur Perumda Air Minum Tirta Projotamansari. Sebab, pesaing Arinto adalah orang-orang yang kaya pengalaman dan lama berkecimpung di perusahaan tersebut.

Namun nasib berkata lain. Arinto mampu menyingkirkan sejumlah kandidat lain seperti Bernadeta Wiwik Hesti Winarni, Mukidi, dan Wresti Eka Tri Yuliati untuk memperebutkan kursi yang ditinggalkan direktur lama yakni Yudi Indarto yang meninggal dunia pada Agustus 2018. “Karena banyak didorong oleh teman-teman kantor, akhirnya saya memberanikan diri mengikuti seleksi tersebut. Sempat ragu karena pesaing saya lebih senior dan kaya pengalaman, namun Alhamdulillah saya yang lolos,” kata Arinto.

Arinto sejatinya bukan orang baru di Perumda Air Minum Tirta Projotamansari. Ia adalah orang lama yang sangat paham dengan persoalan yang dihadapi oleh Perumda Air Minum Tirta Projotamansari.

“Saya masuk ke PDAM pada 1998 setelah lulus dari UGM 1997. Awalnya saya ditempatkan di unit pelayanan Selopamioro dan Seloharjo sebelum dipindah ke kantor pada 2009 di bagian keuangan. Pada 2016 saya menempati posisi sebagai Kabag Keuangan sebelum akhirnya mengikuti tes seleksi sebagai direktur utama,” kata Arinto.

Setelah menduduki kursi direktur utama, sejumlah perubahan mulai terlihat. Hal ini tercermin dari saldo kas di akhir 2019 menjadi Rp4,2 miliar, atau naik dari tahun sebelumnya Rp2,2 miliar. Begitu juga dengan laporan laba. Alhasil perusahaan mampu meningkatkan setoran PAD kepada Pemkab Rp678 juta, atau melebihi dari target sebesar Rp400 juta.

Menurut Arinto, adanya peningkatan ini tidak lepas dari usahanya memadukan antara pengalamannya di lapangan dan manajerial. “Jadi saya padukan antara teori dan praktik. Setiap keluhan yang ada kami tanggapi dan kami pelajari untuk dicarikan solusi,” kata pria kelahiran Bantul, 14 Oktober 1975 ini.

Meski mampu membawa Perumda Air Minum Tirta Projotamansari menjadi lebih baik, bukan berarti tak ada hambatan dan kendala. Diakui oleh bapak dua anak ini, di tahun awal sebagai direktur dirinya merasakan tantangan yang luar biasa. “Sebab saya harus memimpin para senior. Tentu ini jadi tantangan dan pertarungan tersendiri bagi saya. Begitu masuk pada 2020, saya juga dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Tapi hal ini saya anggap sebagai sebuah tantangan untuk bisa bekerja dan memberikan yang lebih lagi,” ucap suami dari Ika Nur Arifah ini