Pemda DIY Akan Meluncurkan Rumah Oksigen

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY Tri Saktiyana.
20 Agustus 2021 07:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan segera meluncurkan Rumah Oksigen yang melayani pendistribusian oksigen untuk pasien Covid-19. 

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY Tri Saktiyana menjelaskan Pemda DIY mulai mengoperasikan generator oksigen untuk memberikan layanan kepada pasien Covid-19 di DIY. Satu unit generator oksigen telah selesai diinstalasi di Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPPTG). Setiap satu unit mampu menghasilkan antara 100 hingga 120 tabung ukuran besar jika beroperasi tanpa henti selama 24 jam.

“Rumah Oksigen ini kami tempatkan di BPPTG. Ukuran antara 100 sampai 120 tabung selama 24 jam, tetapi mesin tentunya tidak bisa dioperasikan selama 24 jam harus ada istirahat. Sehingga kapasitasnya di bawah 100 tabung,” katanya, Kamis (19/8).

Uji coba pengoperasian oksigen telah dilakukan dan hasilnya kualitas oksigen di atas standar medis 90%. Bahkan sudah memberikan layanan oksigen di rumah sakit Gunungkidul yang kebetulan stoknya sudah menipis.

Tri Saktiyana mengatakan dua unit generator oksigen sisanya akan segera dilakukan instalasi dalam waktu dekat ini di BPPTG. Harapannya bisa memberikan layanan secara maksimal kepada masyarakat. “Rencananya rumah oksigen ini kami launching pada September 2021 mendatang, setelah proses instalasi ketiga generator telah selesai, proses instalasi secara bertahap,” katanya.

Ia mengatakan keberadaan Rumah Oksigen bukan untuk mengganti pasokan dari perusahaan ke rumah sakit yang selama ini sudah berjalan. Melainkan menjadi alternatif pemasok ketika perusahaan yang biasa memasok ke rumah sakit tersebut kehabisan stok, sehingga Rumah Oksigen ini berfungsi untuk pelayanan kedaruratan.

“Jadi kami menyiapkan kondisi terburuk, berharap yang terbaik. Misalnya kemarin Gunungkidul butuh oksigen, sudah menghubungi perusahaan pemasok juga stok kosong. Untuk memastikan, kami juga menghubungi perusahaan pemasok, ternyata habis, lalu bisa diambilkan di Rumah Oksigen,” ujarnya.

Saat ini sedang disiapkan sistem pemesanan oksigen melalui koordinasi dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) DIY. Ia memastikan personel yang memberikan layanan juga sudah disiapkan. Mereka akan bersiap selama 24 jam ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Plt Kepala Disperindag DIY Aris Riyanta menyatakan SDM yang mengoperasikan sudah diberikan pelatihan oleh pihak ketiga yang menyediakan generator oksigen. Nantinya akan ada tiga sif yang bekerja untuk operasi selama 24 jam guna melayani oksigen masyarakat.

Aris berharap keberadaan Rumah Oksigen memberikan manfaat ke masyarakat yang membutuhkan melalui rumah sakit, puskesmas maupun tempat isolasi terpadu, satgas Covid-19 Kecamatan. Selain itu diharapkan bisa membuat masyarakat lebih tenang karena di DIY sudah memiliki pasokan oksigen yang didanai oleh APBD DIY. 

“Sehingga kekhawatiran tidak terlalu berat karena sudah bisa produksi sendiri meski pun bentuknya gas. Kalau yang rumah sakit besar oksigen tersentral biasanya bentuknya cair. Meski pun kebutuhan oksigen mulai menurun, Rumah Oksigen tetap dioperasikan,” ucapnya.