Vaksinasi Dosis Pertama untuk Pelajar Kota Jogja Ditunda

Vaksinasi pelajar SMP dan SMA Budi Utama, Sinduadi, Mlati, Sleman, Rabu (14/7/2021)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
21 Agustus 2021 15:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com,JOGJA- Dinas Kesehatan Kota Jogja menunda sementara pemberian vaksin dosis pertama kepada pelajar berusia 12-18 tahun di wilayah setempat. Penyebabnya stok vaksin Sinovac yang digunakan untuk vaksinasi pelajar hanya tersedia sebanyak 21.000.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani mengatakan, untuk sementara waktu pemberian vaksin dosis pertama kepada pelajar akan dihentikan sambil menunggu distribusi vaksin jenis Sinovac tiba. Untuk itu, pihaknya akan fokus kepada pemberian vaksin dosis kedua bagi pelajar yang sudah terjadwal.

"Tetap akan kita lakukan kalau nanti dapat distribusi Sinovac lagi dan akan kita tambah terus jumlah sasaran. Tapi karena yang datang kemarin stoknya dari AstraZeneca sehingga untuk pemberian dosis pertama kepada pelajar masih kita tunda dulu karena ini vaksinnya AstraZeneca ya dan minimal 18 tahun," kata Emma, Sabtu (21/8/2021).

Dia mengungkapkan, berdasarkan catatan sebanyak 6.000 lebih pelajar telah memperoleh vaksin dosis pertama. Sementara jumlah anak usia 12 hingga 18 tahun di Kota Jogja tercatat ada sebanyak 44.999 orang. Di sisi lain pemberian vaksin tahap kedua bagi pelajar akan dimulai awal pekan depan.

"Untuk yang dosis kedua itu tetap kita lakukan karena kemarin itu kan sudah kita lakukan juga yang dosis pertama di beberapa sekolah, dan dosis keduanya Senin pekan depan itu mulai lagi. Itu pakai Sinovac karena kita sudah menghitung ya dan kita masih punya dosisnya sekitar 21.000," jelas dia.

Emma menyebut, stok vaksin jenis Sinovac sebanyak 21.000 itu memang dikhususkan bagi pelajar yang telah memperoleh vaksin tahap pertama. Kalkulasi stok dan juga penjadwalan pun telah disesuaikan dengan pelajar yang menerima vaksin dosis pertama.

Baca juga: Pakar Imunisasi Ingatkan Masyarakat Tak Pilih-pilih Merek Vaksin

"Ini yang 21.000 memang dikhususkan bagi pelajar untuk dosis dua dulu. Kita kan memang harus jadwalnya dengan optimal ya, manajemennya juga harus bisa dijamin agar dosis kedua aman, jadi kita simpan untuk pelajar yang telah divaksin tahap pertama, kan sudah ada hitungannnya," ungkap dia.

Pihaknya juga telah mengusulkan penambahan stok vaksin Sinovac kepada Pemda DIY. Untuk itu, penjadwalan vaksin dosis pertama bagi pelajar akan diberikan seiring dengan masuknya distribusi vaksin dengan jumlah yang cukup ke wilayah itu.

"Kalau stok baru Sinovac datang itu langsung kita jadwalkan. Kita masih nunggu distribusi dulu dan kalau datang langsung dimulai. Ini juga sudah kita minta juga ke DIY stoknya tapi masih belum," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Jogja, Budi Asrori menyebut, saat ini sebanyak 10 sekolah jenjang SMP telah melaksanakan vaksin bagi peserta didik. Pemberian vaksin dosis kedua pekan depan diharapkan bisa memberi rasa aman bagi pelajar serta upaya dalam mempercepat pembelajaran tatap muka (PTM).

"Ya kalau sudah divaksin semua tentu kita berharap PTM bisa segera dilaksanakan karena bagaimana pun kan ini salah satu syarat ya dan juga sebagai keamanan para siswa," kata Budi.