Mantan Bupati Sleman Meninggal Dunia, Begini Kisah yang Disampaikan Bupati Kustini

Bupati Sleman periode 1985/1990, Samirin (dok.humas)
21 Agustus 2021 14:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Mantan Bupati Sleman periode 1985-1990, Samirin meninggal dunia pada Sabtu (21/8/2021) diusia ke 82 tahun. Almarhum dikenal sebagai pimpinan yang memiliki dedikasi dan semangat tinggi dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan kemasyarakatan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah, almarhum telah menunjukkan kepemimpinan yang begitu diteladani oleh bawahannya. "Almarhum juga sosok pekerja keras, disiplin, ulet dan mempunyai tanggung jawab serta pengabdian yang tinggi terhadap tugas pemerintahan," kata Kustini saat memberikan sambutan pelepasan jenazah almarhum.

Kustini merinci sejumlah pembangunan yang dilakukan Pemkab Sleman di era kepemimpinan Bupati Samirin. Sumbangsihnya, kata Kustini, antara lain adalah pembangunan sejumlah kampus seperti IAIN, UII, UPN, dan Instiper di Kecamatan Depok saat itu.

Selain itu, di masa almarhum menjabat dilalukan pembangunan tiga pasar Induk di wilayah Sleman mulai Pasar Prambanan, Tempel dan Gamping. Bupati Samirin juga termasuk yang merintis pembangunan jalan Ringroad Utara, pembangunan dua terminal yang sampai saat ini beroperasi yakni Terminal Jombor dan Condongcatur.

"Di masa kepemimpinannya juga dilakukan pembangunan Masjid Agung Sleman. Beliau juga menjadi perintis kegiatan KKN berkelanjutan di wilayah Sleman untuk Perguruan Tinggi se DIY," tandas Kustini.

Atas berbagai raihan prestasi dan pengabdian yang selama ini dilakukan, Kustini mengajak masyarakat untuk ikut mendoakan agar almarhum berpulang dalam keadaan husnul khotimah. "Kita doakan semoga segala amal ibadah almarhum diterima. Segala salah, khilaf dan dosanya diampuni serta ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa," tuturnya.

Meskipun terasa sangat berat, Kustini berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan iman dalam menghadapi cobaan. Almarhum dikaruniai enam putra di mana salah satunya telah meninggal dunia. "Harus disadari kehidupan ini tidak akan kekal dan kita semua juga akan mengalami peristiwa kematian seperti yang terjadi pada diri almarhum," harap Kustini.

Kabar wafatnya mantan Bupati Sleman, Samirin bin Kartowijoyo ini beredar di sejumlah aplikasi WhatsApp. Ayahanda Ekonom Wijayanto Samirin ini meninggal dunia pada Sabtu, 21 Agustus 2021 pukul 02.38 WIB, di RSUP Dr. Sardjito dikarenakan sakit jantung.

Jenazah akan dimakamkan pada Sabtu, 21 Agustus 2021, pada pukul 15.00. Sehubungan kondisi pandemi, keluarga tidak mengadakan upacara baik di kediaman maupun di pemakaman. Menurut rencana, almarhum akan dimakamkan di Bugel Bayat Krakitan Klaten pada pukul 15.00 WIB. Berangkat dari Rumah Duka Ngentak Janti Caturtunggal Depok Sleman pukul 13.00 WIB.