DIY Tambah 783 Kasus, Positivity Rate 20,57 Persen

Ilustrasi. - Freepik
22 Agustus 2021 19:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- DIY mencatatkan penambahkan positif Covid-19 sebanyak 783 kasus pada Minggu (22/8/2021). Positivity rate harian di angka 20,57%, meski demikian persentase angka penambahan harian tersebut mengalami tren penurunan.

Berdasarkan data yang dihimpun Harian Jogja, positivity rate selama sepekan terakhir mengalami tren penurunan dibandingkan sepekan sebelumnya. Berdasarkan data positivity rate pada Senin (16/8/2021) di angka 23,19%, Selasa (17/8/2021) 18,05%, kemudian Rabu (18/8/2021) 18,78%, Kamis (19/8/2021) 18,72%, Jumat (20/8/2021) 18, 21%, Sabtu (21/8/2021) di angka 19.08% dan Minggu (22/8/2021) kemarin di angka 20,57%. Sehingga angka harian positivity rate selama sepekan terakhir di angka 19,42%.

Angka tersebut cenderung menurun dibandingkan sepekan sebelumnya yaitu 23,19%, dengan rincian pada Senin (9/8/2021) mencatatkan angka terendah yaitu 11,51%, tetapi kemudian naik pada Selasa (10/8/2021) 21,69%, kemudian Rabu (11/8/2021) 21,74%, Kamis (12/8/2021) 35,55%, Jumat (13/8/2021) 21,79%, Sabtu (14/8/2021) di angka 31.03% dan Minggu (15/8/2021) di angka 19,05%.

Baca juga: Panglima TNI Sebut Kasus Positif Covid-19 Harian di Kulonprogo Masih Tinggi

Positivity rate harian per tanggal 22 Agustus 2021 di angka 20,57 persen,” kata Kabah Humas Biro UHP Setda DIY, Minggu (22/8/2021).

Positivity rate merupakan persentase jumlah kasus positif Covid-19 dengan membandingkan antara jumlah orang yang dilakukan tes swab dengan orang yang terkonfirmasi positif. Penambahan kasus positif pada Minggu Berasal dari Bantul 400 kasus, Sleman 195 kasus, Gunungkidul 98 kasus, Kota Jogja 45 kasus, Kulonprogo 45 kasus dan Gunungkidul 98 kasus.

Sedangkan jumlah pasien sembuh tercatat ada penambahan 1.123 kasus berasal dari Bantul 496 kasus, Sleman 308 kasus, Kulonprogo 139 kasus, Kota Jogja 125 kasus dan Gunungkidul 55 kasus.

“Penambahan kasus meninggal sebanyak 39 kasus berasal dari Kota Jogja 7 kasus, Bantul 12 kasus, Kulonprogo 4 kasus, Gunungkidul 4 kasus dan Sleman 12 kasus,” katanya.