RAPBD Perubahan 2021, Jogja Fokus pada Kesehatan

Ilustrasi - Freepik
24 Agustus 2021 18:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memfokuskan belanja di bidang kesehatan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2021.

Meski APBD Pemkot Jogja 2021 sudah disesuaikan untuk penanganan Covid-19, meningkatnya kasus pada Juli lalu membuat hal ini perlu dilakukan.

BACA JUGA: Ini Nama-Nama 10 Orang Terkaya di Dunia Sepanjang Masa

Kebutuhan belanja kesehatan yang akan dilakukan ke depannya seperti membuat infrastruktur kesehatan. Salah satu bentuknya dengan membangun generator oksigen di Rumah Sakit Jogja untuk kebutuhan penanganan jangka panjang. Selain itu, akan adapula pembuatan sarana dan prasarana pendukung untuk percepatan vaksinasi agar kekebalan komunal segera tercipta.

“Misalnya untuk lokasi vaksinasi, memperbanyak mobil vaksinasi, termasuk untuk meningkatkan tracing dan testing dalam penanganan kasus Covid-19,” kata Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, seusai Rapat Paripurna Pengantar Nota Keuangan Raperda APBD Perubahan 2021 di Jogja, Senin (23/8).

Sebagian besar kebutuhan anggaran untuk belanja tersebut dapat menggunakan Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (Silpa) APBD 2020. Terlebih Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini mengalami penurunan, sementara kebutuhan belanja cukup tinggi. Menurunnya PAD ini bisa ditutup dengan Silpa.

Pemkot Jogja mengasumsikan Silpa dalam APBD 2021 sebesar Rp134,4 miliar. Namun setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit, nilai Silpa ditetapkan Rp382,9 miliar. Sehingga ada dana sekitar Rp248,4 miliar yang bisa ditambahkan dalam APBD Perubahan 2021. Berdasarkan nota keuangan Raperda APBD Perubahan 2021, Dinas Kesehatan mendapat tambahan anggaran Rp103,6 miliar. Sehingga total anggaran belanja menapai Rp484,1 miliar.

Selain fokus belanja di sektor kesehatan, adapula pemulihan ekonomi melalui program penanganan Covid-19 dalam RAPBD Perubahan 2021. “Misalnya menggerakkan kelompok kuliner masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi pasien isolasi mandiri. Dengan demikian, penanganan Covid-19 bisa dilakukan sekaligus menggerakkan ekonomi di tingkat bawah,” kata Heroe.

BACA JUGA: Luhut Sebut Herd Immunity Sulit Tercapai, Ini Sebabnya

Kebutuhan anggaran bantuan permakanan saat kasus meningkat bisa mencapai Rp1 miliar untuk memenuhi kebutuhan dua hingga tiga pekan. Tidak menutup pula adanya kemungkinan stimulus bantuan sosial bagi masyarakat yang belum menerima bantuan apapun dari pemerintah. Alokasi anggaran bantuan sosial di APBD Kota Jogja 2021 mencapai Rp44,1 miliar.

Apabila RAPBD Perubahan 2021 mendapat persetujuan, perkiraan total belanja Kota Jogja sebanyak Rp1,9 triliun. “Sedangkan untuk menjaga pendapatan asli daerah, diharapkan dapat dipenuhi melalui kegiatan wisata meskipun saat ini belum memungkinkan. Tetapi, kami tetap bersiap jika PPKM dilonggarkan dan wisata bisa dibuka kembali,” kata Heroe.