Dewan Minta Anggaran Padat Karya Ditambah

Masyarakat mulai menggarap talut jalan di Lemahabang, Mangunan, Dlingo melalui program padat karya, belum lama ini. - Istimewa/Kelompok Padat Karya Lemahabang
25 Agustus 2021 09:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--DPRD Kabupaten Kulonprogo menyoroti program padat karya milik Disnakertrans Kabupaten Kulonprogo. Dewan mendorong agar anggaran program padat karya mampu ditingkatkan karena mempunyai dampak signifikan bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kulonprogo, Agus Supriyanta mengatakan anggaran yang selama ini dialokasikan oleh Disnakertrans Kabupaten Kulonprogo masih terbilang minim. Selain mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19, program padat karya juga mampu meningkatkan rasa gotong royong di tengah masyarakat.

BACA JUGA : Program Padat Karya Serap 5.000 Tenaga Kerja

"Anggaran padat karya hanya dialokasikan sekitar Rp5,2 miliar. Padahal, selain mampu mendongkrak perekonomian warga di tengah pandemi Covid-19. Program padat karya khususnya sektor pembangunan infrastruktur mampu meningkatkan kualitas jalan yang ada di sekitar masyarakat," kata Agus pada Selasa (24/8/2021).

Program padat karya yang menyasar masyarakat di wilayah Bumi Binangun dinilai mampu meningkatkan kualitas jalan secara signifikan. Agus mencontohkan pembangunan infrastruktur cor blok jalan lingkungan sepanjang 200 meter di Dusun Jimatan, Desa Jatirejo, Kecamatan Lendah.

"Warga bisa membangun jalan sepanjang 150 meter dengan menggunakan dana program padat karya. 50 meter sisanya bahkan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Padahal, anggarannya hanya Rp100 juta. Jika dikerjakan oleh pihak ketiga mungkin hanya bisa mencapai 100 meter," ujar Agus.

Lebih lanjut, Agus membeberkan jika sejumlah warga bahkan tidak mengambil upah mereka dalam membangun akses jalan yang ada di wilayahnya masing-masing. Warga lebih memilih untuk mengutamakan akses jalan yang dampaknya bisa berjalan secara berkepanjangan.

"Akses jalan yang ada bisa menunjang masyarakat untuk melakukan kegiatan produksi. Seperti petani yang ada di dusun Jimatan, mereka bisa menuju ke lahan pertanian mereka dengan mudah. Otomatis dalam mengangkut hasil bumi petani juga lebih mudah. Kami berharap agar Pemkab Kulonprogo bisa meningkatkan anggaran padat karya," sambung Agus.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulonprogo Nur Wahyudi tidak menutup mata terkait dengan anggaran program padat karya yang terbilang masih minim. Upaya penambahan anggaran juga menjadi agenda Disnakertrans Kabupaten Kulonprogo.

BACA JUGA : Program Padat Karya di Kurahan II, Mudahkan Mobilitas Petani

Ia mengatakan upaya penambahan anggaran bakal dilakukan saat momentum APBD perubahan Pemkab Kulonprogo. Anggaran program padat karya yabg tadinya sebesar Rp5,2 miliar bakal ditingkatkan menjadi Rp9,6 miliar.

"Harapannya, program padat karya yang dilaksanakan oleh masyarakat mampu mendongkrak perekonomian warga serta membantu pembangunan infrastruktur di Kalurahan yang belum didanai oleh APBD maupun dana desa," terang Nur Wahyudi.