Program Padat Karya di Kurahan II, Mudahkan Mobilitas Petani

Para warga yang tergabung dalam program padat karya mulai menggarap proyek cor blok jalan di Kurahan II, Murtigading, Sanden./IST
18 Agustus 2021 05:49 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Program padat karya BKK DIY mencakup sejumlah desa di Bantul. Di Murtigading, Sanden, akses jalan petani dibangun melalui padat karya untuk memudahkan pengangkutan hasil panen petani.

Ketua kelompok Padat Karya Kurahan II, Murtigading, Sanden, Jarkasi, menceritakan bila semula akses jalan utama para petani hanya berbentuk jalan tanah. Meski sebagian penggal lainnya pernah dicor, pengecoran hanya dilakukan swadaya sehingga kondisinya saat ini pun telah rusak. "Awal mulanya belum ada dicor. Masih tanah yang dekat makam, ada yang dicor dulu swadaya jadi belum maksimal hanya ketebalan kira-kira 4-5 cm itu pun sudah hancur," ujarnya pada Selasa (17/8/2021).

Total 508 meter jalan di Kurahan II dilakukan cor jalan melalui program padat karya BKK DIY. Bukan tanpa sebab jalan Kurahan II dijadikan sasaran padat karya. Jarkasi menjelaskan jalan yang dibangun merupakan akses utama para petani. Karena hanya berupa tanah dan lebar yang kurang standar, pengangkutan hasil panen jadi kurang lancar

"Itu yang dekat sawah itu untuk akses petani. Karena kemarin kan trecer enggak bisa masuk. Sekarang kesadaran warga jalan dilebarkan dua meter untuk mengangkut hasil panen dari sawah," ungkapya.

Tak memadainya jalan menimbulkan dampak buruk bagi warga khususnya petani. Jarkasi menceritakan banyak warga yang terpeleset karena jalan tanah yang licin saat basah terlebih bila musim hujan. "Banyak sekali yang kepeleset. Bukan mengada-ada. Ibaratnya mau ngirim makanan ke sawah enggak jadi, karena terpeleset tumpah semua," ujarnya.

Melalui bantuan padat karya BKK DIY kini ruas jalan tanah dibangun dengan cor blok ketebalan 10 sentimeter. Jalan pun ikut diperlebar mulai dari 2 sampai 2,5 meter. "Sekarang standar, kalau dulu sempit," tambahnya.

"Tanggapan dari warga senang sekali dapat bantuan pengecoran jalan. Kemarin kalau tahu itu baru tanah belum pernah dicor. Yang lainnya dicor pecah-pecah," imbuhnya.

Di sisi lain Jarkasi menuturkan program padat karya BKK DIY juga membantu pemulihan ekonomi, khususnya warga terdampak pandemi. "Kemarin kan ada yang pengangguran itu yang saya pilih yang pengangguran pemuda-pemuda itu. Ada yang PHK, dulu kerja di kota lantaran pandemi kan ibaratnya dirumahkan atau di-PHK," tandasnya.

"Alhamdulillah terima kasih bantuan pengecoran jalan apalagi musim pandemi bisa membantu ekonomi warga sini," terangnya.

Jarkasi berharap melalui pembangunan jalan yang sudah bagus, warga mudah dalam mobilitas. "Terima kasih kepada pemerintah maupun yang terkait," ujarnya.

Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, yang memonitor pelaksanaan program padat karya di Kurahan II sangat mengapresiasi adanya program padat karya. Pihaknya menilai bila pembangunan infrastruktur secara swakelola dapat menghasilkan pengerjaan yang lebih baik.

"Saya mengharapkan program padat karya yang dilaksanakan secara swakelola ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Saya yakin kualitas bangunan ini akan didapatkan dengan baik karena dikerjakan secara swakelola," ungkapnya

Lebih lanjut Joko berharap program padat karya yang diberikan dapat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. Termasuk membantu masyarakat di sektor pemulihan perekonomian.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul, Aris Suharyanta, menerangkan dalam pelaksanaannya, program padat karya memiliki berbagai manfaat dan tujuan. Padat karya memiliki tujuan untuk menekan angka pengangguran, setengah pengangguran, hingga masyarakat miskin. Selain itu, padat karya meningkatkan aksesibilitas masyarakat menuju pusat pelayanan sosial dasar mulai dari kesehatan, pendidikan, kesehatan, maupun perekonomian.

Secara detail, Aris menjelaskan dari 60 titik pelaksanaan padat karya di 2021 ada 3.120 tenaga kerja yang diserap. Pembangunan infrastrukturnya pun bentuknya bervariasi, meliputi corblok di 45 titik, pembuatan talut di 11 titik, corblok bersama talut dua titik, pembuatan drainase satu titik dan pembangunan drainase tertutup satu titik.

Sekretaris Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti menegaskan selama pandemi pelaksanaan program karya tetap mengutamakan prokes. Berjalannya padat karya di masa pandemi diharapkan mampu memulihkan ekonomi warga melalui skema upah bagi warga yang diberdayakan.

"Upah tenaga kerja Rp70.000 per hari, tukang Rp80.000 per hari, dan ketua kelompok Rp90.000 per hari," katanya.

Selain bersumber dari anggaran BKK DIY, nantinya pelaksanaan padat karya melalui anggaran APBD juga bakal digelar dengam cakupan titik yang tak kalah banyak. "Dari anggaran APBD, kegiatan padat karya berlangsung di 103 titik dengan serapan tenaga kerja mencapai 2.678 orang," tandasnya.