Final Panas! Garudayaksa Siap Tumbangkan PSS Sleman di Maguwoharjo
Widodo optimistis Garudayaksa kalahkan PSS di final Championship meski Maguwoharjo angker. Target juara jadi harga mati.
Warga RT 3 Padukuhan Sambikerep, Bangunjiwo, Kasihan menunjukan kondisi jalan yang rusak, Rabu (26/5/2021). Nantinya jalan rusak tersebut akan diperbaiki melalui program padat karya Disnakertrans Bantul./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 5.000 tenaga kerja dipastikan mampu terserap dalam program padat karya di 163 titik se Bantul.
Adapun dari 163 titik program padat karya, 60 diantaranya merupakan program dari Pemda DIY yang merupakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) 2021, sedangkan sisanya merupakan program padat karya yang bersumber APBD Bantul.
BACA JUGA : Distribusi Material Sudah 90 Persen, Padat Karya di Bantul
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, ada beberapa manfaat dari pelaksaan padat karya. Selain tersedianya infrastruktur pedesaan, sekaligus memberikan kesempatan kerja bagi warga Bantul, karena mereka nantinya mendapatkan upah saat mengerjakan program pada karya. Adapun untuk pengerjaan dalam waktu 18 hari ini meliputi corblok jalan, talud dan drainase.
"Jadi nantinya tidak hanya dapat manfaat infrastruktur tapi juga mendongkrak ekonomi, karena yang kerja mendapatkan upah," kata Halim, usai meninjau program pada karya corblok di Padukuhan Kauman, Kalurahan Wijirejo, Pandak, Bantul, Sabtu (7/8/2021).
Menurut Halim, selain program padat karya dari BKK Pemda DIY, Pemkab Bantul meluncurkan program padat karya di 103 titik dan lebih banyak menyerap tenaga kerja. Sehingga, diharapkan tidak ada ketimpangan antara satu desa dengan desa lainnya.
"Jadi akan ada pemerataan pembangunan," terang Halim.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkab Bantul, Aris Surharyanta mengungkapkan, program padat karya yang bersumber dari BKK Pemda DIY setiap titik menelan dana Rp160 juta dan menyerap 52 orang. Sedangkan yang bersumber dari APBD Bantul pertitik senilai Rp100 juta dan menyerap 26 orang.
BACA JUGA : Belum Pernah Dibangun, Jalan Kampung Ngajaran Bantul
"Untuk yang dari APBD pengerjaan selama 21 hari dan mulai dilakukan pekan depan. Sedangkan untuk yang dari BKK Pemda DIY dikerjakan selama 18 hari," jelasnya.
Sementara, untuk material yang digunakan, Aris menyatakan sudah dikirim ke setiap titik. Diharapkan, akhir Agustus mendatang program ini selesai.
"Untuk yang bersumber dari APBD lebih banyak berupa corok jalan," kata Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Widodo optimistis Garudayaksa kalahkan PSS di final Championship meski Maguwoharjo angker. Target juara jadi harga mati.
Cuaca DIY hari ini diprediksi didominasi hujan. Sleman berpotensi diguyur hujan sedang dengan kelembapan udara tinggi.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 15 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.