Pertengahan September, Dinas Kebudayaan Jogja Gelar Vaksinasi bagi Seniman

Sejumlah seniman saat menampilkan sendratari Ramayana Purawisata di Kompleks Purawisata Jogja, Jumat (10/8/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
31 Agustus 2021 07:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja akan menggelar vaksinasi dengan sasaran para pelaku seni. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Yetti Martanti, vaksinasi akan berlangsung mulai 14 September 2021 di XT Square mulai pukul 08.00 WIB.

Bagi para pelaku seni, bisa mendaftar mulai tanggal 5 September 2021. Adapun syaratnya berusia minimal 12 tahun. Selain itu, sasaran vaksinasi merupakan pelaku seni dari komunitas atau paguyuban seni budaya beserta keluarganya yang Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Kartu Identitas anak (KIA) Kota Jogja.

"Vaksinasi Covid-19 ini gratis dan untuk pelaku seni budaya Kota Jogja beserta keluarganya. Untuk jenis vaksinasi yang digunakan adalah vaksin Sinovac," kata Yetti, Senin (30/8/2021).

Pendaftaran bisa melalui https://bit.ly/VaksinasiPelakuSeni atau scan barcode poster yang terdapat di akun instagram resmi Dinas Kebudayaan Kota Jogja yaitu @dinaskebudayaankotajogja.

Baca juga: Bed Isoter Kurang Diminati, Pasien Isoman di Sleman Masih Tinggi

Vaksinasi para pelaku seni ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Kota Jogja menggencarkan vaksinasi. Menurut Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan vaksinasi yang ada dengan baik. Vaksinasi bisa secara reguler di fasilitas kesehatan maupun yang massal. Tujuan utamanya yaitu terciptanya kekebalan komunal.

“Karena semakin banyak warga yang sudah divaksin, maka dengan sendirinya akan tercapai kekebalan komunal,” kata Haryadi.

Apabila kekebalan komunal telah tercapai, secara perlahan aktivitas masyarakat bisa mulai berjalan lagi, termasuk dalam hal perekonomian. "Ini merupakan ikhtiar kami bersama. Sekaligus mengakselerasi upaya agar pandemi ini cepat teratasi dan terselesaikan, ekonomi masyarakat kembali pulih dan bangkit, serta harapannya segala sesuatu akan kembali normal seperti semula," kata Haryadi.