Panen Tembakau Dimulai, Petani Semin Nikmati Hasil Musim Kemarau
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Digital ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Program subsidi kuota internet bagi pelajar sempat berhenti sekitar tiga bulan. Meski demikian, program dari kementerian ini bakal dihidupkan lagi. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul pun diminta mendata akun-akun yang sempat menerima bantuan ini.
Sekretaris Disdikpora Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan, pandemi membuat pelajaran tatap muka di sekolah dihentikan. Sebagai gantinya, dilaksanakan program belajar di rumah dengan memanfaatkan jaringan internet.
BACA JUGA : Tiga Operator Sepakat Beri Subsidi Kuota Internet untuk Pelajar
Guna mendukung program ini, kementerian menggelontorkan subsidi berupa bantuan kuota internet bagi para murid. meski demikian, program ini sempat berhenti sekitar tiga bulan dan baru akan dihidupkan kembali. “Untuk bantuan detailnya yang tahu siswa atau orang tua,” katanya, Senin (30/8/2021).
Sudya menjelaskan, untuk subsidi kuota internet ini, disdikpora diminta melakukan pendataan terhadap akun-akun yang dulu sempat menerima bantuan. “Masih proses dan nantinya akan diserahkan ke Pusat untuk realisasi bantuan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kisworo. Menurut dia, bantuan kuota internet tidak hanya diterima murid, karena para guru juga mendapatkan.
Adapun besarannya, untuk guru sebesar Rp50.000 dan siswa sebesar Rp25.000 per bulan. “Ya memang sempat berhenti, tapi bakal dihidupkan lagi,” katanya.
BACA JUGA : Bantuan Kuota Internet Diperpanjang hingga Desember
Seperti diketahui, pelaksanaan belajar di rumah memiliki banyak kendala. Hal ini tak hanya bermasalah dengan akses jaraingan internet, juga ada kendala peralatan sehingga pelaksanaan tidak berjalan dengan lancar.
Kisworo mengakui, upaya membuka kembali pembelajaran di sekolah sempat diwacanakan beberapa kali. Hanya saja, program tersebut belum bisa direalisasikan hingga sekarang. “Kebijakan pemerintah masih pelaksanaan belajar secara daring sehingga tatap muka di sekolah belum bisa terlaksana,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati berharap program vaksinasi anak bisa lebih digalakkan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Menurut dia, pebelajaran dari rumah tidak efektif karena dari berpengaruh terhadap kualitas pendidikan maupun karakter para siswa.
“Yang paling kelihatan dari sisi karakter. Sebab, saat mengumpulkan tugas di sekolah ternyata ada anak laki-laki membiarkan rambutnya gondrong, tapi ada juga siswa yang mengecat rambutnya. Jelas, dari sisi aturan sekolah hal tersebut tidak diperbolehkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Timnas Indonesia naik satu peringkat ke 117 FIFA usai kalah 0-3 dari Vietnam. Simak analisis perolehan poin dan klasemen Grup A Piala AFF 2026.
WhatsApp luncurkan fitur @all untuk notifikasi seluruh anggota grup, polling anonim, edit pertanyaan 15 menit, dan bikin sub-grup sekali ketuk.
DPUPRKP Gunungkidul mengajukan bantuan Inpres Jalan Daerah (IJD) senilai Rp84 miliar ke Pemerintah Pusat untuk perbaikan 2 ruas jalan yang dimiliki.
Jadwal pendaftaran CPNS 2026 masih dinantikan. BKN ingatkan hoaks seleksi ASN. Simak estimasi timeline dan imbauan resmi di sini.
Generasi emas Singapura telah berlalu. Kini The Lions bangkit di bawah Gavin Lee. Indonesia harus waspada di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).