Hadir di Penutupan, Menteri BUMN Erick Apresiasi Pelaksanaan Artjogj 2021

Erick Thohir dalam penutupan Artjog 2021, Selasa (31/8/2021). - Ist.
01 September 2021 12:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, WIROBRAJAN–Serangkaian pameran Artjog 2021 resmi ditutup hari Selasa (31/8/2021). Bertema Arts in Common: Time (to) Wonder, Artjog 2021 berlangsung sejak tanggal 8 Juli 2021 lalu. Ini merupakan tahun ke-14 Artjog dan tahun ke-2 penyelenggaraan di masa pandemi Covid-19.

Direktur Artjog, Heri Pemad menjelaskan pada penyelengaraan tahun ini, semua hal sudah disiapkan dengan maksimal. Sayangnya perubahan kondisi yang tidak terduga membuat banyak rencana berubah. Salah satunya terkait penyelenggaraan Artjog 2021 yang bertepatan dengan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Dampaknya, masyarakat umum tidak bisa berkunjung di area pameran maupun kegiatan lainnya.

BACA JUGA : ARTJOG Ditunda Tahun Depan karena Corona

“Ini ibarat kami bersepeda dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba harus menekan rem secara mendadak, dan seperti kami bisa tersungkur. Perizinan tidak bisa kami dapatkan secara utuh, setelah negosiasi Artjog tetap bisa berjalan. Meski tidak bisa dikunjungi oleh masyarakat umum, apresiasi dari pecinta seni masih bisa kami dapatkan,” kata Heri dalam acara penutupan Artjog 2021 di Jogja Nasional Museum, Jogja, Selasa (31/8/2021).

Lantaran di masa PPKM, pengunjung pameran Artjog 2021 terbatas untuk media dan undangan seperti seniman serta lainnya. Meski tanpa penonton umum secara offline, semua kegiatan tetap berlangsung. Beberapa di antaranya pertunjukan musik, tari, diskusi, tour, dan lainnya. Artist Awards dan Artcare sebagai bentuk kepedulian pada seniman yang terdampak pandemi juga tetap terlaksana.

“Di masa sulit seperti ini, pasti akan muncul karya yang bagus. Harapan ke depan untuk dapat dukungan dari berbagai pihak agar apresiasi dan presentasi karya bisa lebih baik lagi,” kata Heri.

BACA JUGA : Artjog 2019 Lebih Semarak, Usung Tema Lingkungan

Hadir dalam acara penutupan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN RI), Erick Thohir. Erick mengapresiasi seluruh seniman, penyelenggara, dan semua pihak yang terlibat dalam Artjog 2021. Artjog merupakan apresiasi bagi seniman dan menjadi contoh Jogja sebagai pusat seni.

“Tentu yang menarik, Artjog sangat konsisten. Walaupun berbagai kendala terjadi, selama dua tahun ini masih berjalan. Ini juga cara menemukan karya-karya seni Indonesia yang sudah mendunia, [acara] ini sudah kelas dunia,” kata Erick.

Kunci penyelenggaraan ke depan yaitu tetap adaptif dan kolaboratif. Kementerian BUMN RI yang memiliki peran strategis juga akan turut berkolaborasi. Dengan anggaran pengembangan masyarakat, Kementerian BUMN RI sebelumnya telah mendukung dunia olahraga dan musik.

“Tidak ada salahnya membuka [pengembangan] pada kebudayaan. Saya coba bagaimana membangun ekosistem, bagaimana para seniman bisa terjaga. Apakah nanti di event-nya, apakah di marketnya, dan ini bagian dari masa depan kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang cinta sejarahnya dan bangsa yang apresiasi kebudayannya,” kata Erick.

BACA JUGA : Pameran Seni Jogja Art Weeks Digelar di Artotel Yogyakarta

Artjog 2021 merupakan lanjutan trilogi yang bermula tahun 2018. Namun tema ini sempat tertunda lantaran adanya pandemi. Trilogi kembali berlanjut tahun ini dengan tema Arts in Common: Time (to) Wonder. Dengan mengangkat tema ‘waktu’ sebagai konsep kunci, Artjog 2021 menampilkan 41 karya seniman (perorangan maupun kelompok) yang semuanya tinggal dan bekerja di Indonesia.

Tahun 2022, trilogi berlanjut dengan tema besar tentang Kesadaran. Artjog ingin mengajak masyarakat merefleksikan pada ke dalam jiwa masing-masing tentang kesadaran dalam berbagai bentuk.