Artjog 2019 Lebih Semarak, Usung Tema Lingkungan

Jumpa pers Artjog 2019 di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo Jogja, Kamis (11/7/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamied Razak
11 Juli 2019 22:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pameran seni rupa terbesar di Indonesia, Artjog, tahun ini diklaim lebih semarak. Artjog 2019 akan digelar mulai 25 Juli hingga 25 Agustus di Jogja National Museum.

Direktur Artjog Heri Pemad mengatakan pelaksanaan Artjog tahun ini mengusung tema Arts in Common. Kata common merupakan istilah dalam ekologi dan lingkungan yang mengacu pada pemanfaatan sumber daya secara besar-besaran tetapi tetap tidak lupa menjaga kelestariannya.

“Sub-tema di tahun 2019 ini adalah Common | Space. Ini mengacu pada lingkungan sebagai ruang, sehingga fokus pameran pada tahun ini adalah pada aspek lingkungan dan sumber daya alam di sekita,” katanya saat jumpa pers di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo Jogja, Kamis (11/7/2019).

Konsep Artjog yang diusung tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Namun, pelaksanaannya tahun ini lebih menegaskan citra dan menciptakan ruang pertemuan seluas-luasnya bagi publik. “Artjog tidak lagi bicara soal art fair. Lebih tepat disebut festival karena pelaksanaannya cenderung meriah,” katanya

Laiknya pelaksanaan sebelumnya, Artjog MMXIX akan menghadirkan beragam karya seni kontemporer. Berbagai aktivitas dan produk seni dikemas meriah dan dikolaborasikan dalam berbagai bentuk karya seni. Festival seni kontemporer internasional layak disematkan pada kegiatan ini.

“Artjog tahun ini diikuti sebanyak 40 seniman, baik dari Indonesia maupun mancanegara. Seniman dari mancanegara antara lain dari Austria, Australia, Amerika, Filipina dan Singapura,” katanya.

Kurator Artjog 2019, Agung Hujatnika menambahkan Artjog tahun ini dibingkai dalam tiga sub tema kuratorial. Pada tahun ini pelaksanaan Artjog lebih semarak dan banyak galeri seni yang ditampilkan. Hal itu dilakukan untuk memperkuat karakter festival pada Artjog. “Ini sebuah perhelatan, jadi sudah waktunya menegaskan Artjog sebagai festival bukan art fair," kata Agung.

Apalagi, pameran tahun ini tersusun atas karya-karya yang dipilih melalui beberapa skema. Termasuk open call applications yang dilakukan oleh panitia. Tercatat ada lebih dari sepuluh seniman muda yang akan menampilkan karyanya. Selain itu, ada pula sejumlah seniman yang dipilih melalui undangan khusus.

“Publik akan menikmati karya seniman Handiwirman Saputra, Riri Riza, Sunaryo, Tegus Ostenrik dan Piramida Gerilya hingga Singgih S. Kartono,” katanya.