Pemkab Bantul Fokus Pembangunan Infrastruktur Pedesaan

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menaiki alat berat meninjau pembangunan jalan Mojopuro, Demi, Sriharjo pada Selasa (31/8/2021). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
01 September 2021 09:47 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pembangunan infrastruktur pedesaan menjadi prioritas Pemkab Bantul. Pembangunan infrastruktur dinilai sejalan dengan pemulihan ekonomi di pedesaan.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih pada Selasa (31/8/2021) melakukan inspeksi pembangunan ruas jalan Mojopuro, Demi, Sriharjo, Imogiri. Dalam kunjungannya tersebut, Halim menegaskan pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas pengerjaan Pemkab Bantul.

"Pembangunan infrastruktur pedesaan khususnya di Kabupaten Bantul itu masuknya prioritas. Jadi prioritas pembangunan kita saat ini pemulihan ekonomi yang didukung infrastruktur yang baik," tambahnya.

"Jadi tidak ada pemulihan ekonomi tanpa ketersediaan infrastruktur yang memadadai. Oleh karena itu, di ruas ini, ini merupakan jalur utama, bagaimana bisa terus kita perbaiki. Demikian juga di ruas - ruas lain di jalur penting Kalurahan Sriharjo," tandasnya.

Pembangunan jalan yang dilakukan menurut Halim menjadi perlu karena ruas jalan Mojopuro, Demi merupakan akses wisata dan industri. "Apalagi di Sriharjo ini sebuah kawasan pariwisata dan industri kuliner. Sehingga sarana prasarana fisik ini harus terus diperbaiki. Untuk kelancaran mobilisasi barang, maupun jasa, maupun orang," tegasnya.

"Kita masih punya banyak rencana pembangunan di Sriharjo ini, karena memang usulan dari masyarakat demikian banyak. Alhamdulillah nanti bisa kita percepat pembangunannya, baik jalan, talut, irigasi semuanya itu untuk mendukung pemulihan ekonomi," tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, Bobot Ariffi Aidin yang turut hadir dalam inspeksi menerangkan bahwa pembangunan jalan Mojopuro, Demi membentang sepanjang 214 meter dengan lebar 3-3,5 meter. Pembangimam menggunakan APBD Kabupaten Bantul tahun 2021 dengan nilai mencapai lebih dari Rp198 juta.

"Ini dimaksudkan untuk memperlancar transportasi masyarakat, juga untuk memperlancar perekonomian. Sekaligus untuk mendukung sektor pendidikan dan kesehatan karena jalan ini dekat dengan Puskesmas dan penghubung beberapa sekolah," jelasnya.