Dongkrak Perhotelan, DIY Siapkan Staycation untuk ASN

Ilustrasi hotel. - TripAdvisor
01 September 2021 10:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, TEMON--Guna mendongkrak sektor perhotelan di wilayah DIY yang terdampak pandemi Covid-19 hingga diberlakukannya PPKM level empat, Dinas Pariwisata DIY memutuskan untuk membuat program staycation yang ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN).

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan paket staycation yang ditawarkan oleh dinas yang dipimpinnya tersebut masih berada dalam tahap penggodokan untuk disempurnakan sebelum nantinya diumumkan setelah level PPKM di wilayah DIY melonggar.

"Paket ini kami tawarkan kepada ASN yang bekerja di lingkungan Pemda DIY maupun Pemkab atau Pemkot yang berada di wilayah DIY. Program staycation mengoptimalkan fasilitas kepariwisataan seperti hotel dan sebagainya," kata Singgih saat berkunjung ke Pantai Glagah untuk meninjau proses vaksinasi kepada pelaku wisata pada Selasa (31/8/2021).

"Sampai saat ini kita masih mengacu pada instruksi menteri dalam negeri dan instruksi gubernur. Selain untuk akomodasi, kegiatan yang berada di hotel hotel di wilayah DIY belum diperbolehkan sehingga kita juga belum menganjurkan," katanya.

Singgih memang sebelumnya telah menganjurkan kepada ASN yang berada di lingkungan DIY untuk menghabiskan waktu liburan atau weekend di hotel. Upaya tersebut bukan tanpa alasan. Upaya tersebut untuk membantu sektor perhotelan untuk bertahan di tengah penerapan PPKM.

"Potensi yang paling besar [menjual program staycation] adalah di ASN jadi kami ingin dorong, kami jual dulu kepada mereka. Kalau nanti sudah ada kelonggaran [PPKM] tentu akan kami dorong ke sana. Termasuk ada paket-paket wisata yang kita ciptakan nantinya untuk dijual atau kita tawarkan untuk ASN baik itu di provinsi maupun kabupaten," terang Singgih.

Berdasarkan catatan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, jumlah restoran maupun hotel yang tutup selama penerapan PPKM bertambah. Total hotel maupun restoran yang tutup selama penerapan PPKM level empat menjadi 72 dari 50.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan 72 hotel dan restoran yang tutup terdiri dari 42 hotel. Sedangkan, sisanya merupakan restoran. Tutupnya hotel maupun restoran di wilayah DIY juga berdampak kepada dirumahkannya sejumlah karyawan.

"Kebanyakan hotel yang tutup itu hotel non bintang. Kalau restoran ya kebanyakan yang skala kecil. Soal karyawan yang dirumahkan, awal pandemi Covid-19 itu sekitar 30 persen. Sekarang bisa mencapai 60 sampai dengan 70 persen yang dirumahkan," ujar Deddy.