Pembangunan Lift Kantor Bupati Capai 40 Persen

Progres pembangunan lift di Gedung Induk Kompleks Kantor Bupati Bantul pada 12 Agustus 2021. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
02 September 2021 09:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Guna mendukung Bantul sebagai Kabupaten ramah disabilitas, pembangunan fasilitas lift mulai dilangsungkan di Gedung Induk Komplek Kantor Bupati Bantul. Sampai saat ini pembangunan lift mencapai 40 persen

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, Bobot Ariffi Aidin menjelaskan perkembangan terkini pembangunan fasilitas lift Gedung Induk Komplek Kantor Bupati Bantul masih terus berjalan. "Jadi untuk lift alhamdulillah sudah pelaksanaan, kira-kira kalau untuk kemajuan fisik saat ini sekitar 30-40 persen," terangnya pada Rabu (1/9/2021).

Dari progres yang terbilang lancar, Bobot berharap proyek pembangunan lift bisa selesai beberapa bulan kedepan. "Diharapkan nanti bulan Desember sudah selesai dan bisa digunakan," ujarnya.

Berdasarkan spesifikasinya Bobot menerangkan bila lift yang dibangun memiliki daya tampung sembilan sampai sepuluh orang. "Tapi kalau pandemi sesuai dengan kondisi, jadi tetap jaga jarak tetap diperhatikan. Lift beroperasi sampai lantai tiga," jelasnya.

"Karena itu komitmen pak bupati untuk memberikan kabupaten ramah difabel," tandasnya.

Baca juga: Ribuan Wisatawan di DIY Berwisata lewat Jalur Tikus, Bayar Jasa Joki hingga Rp50.000

Sebelumnya Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyampaikan keinginannya mewujudkan Bantul sebagai kabupaten yang ramah difabel. Diaku Halim, akses layanan publik di Bantul belum seluruhmya bisa diakses penyandang disabilitas. "Untuk itu tahap awal kami mulai bangun lift di kantor Bupati. Agar warga disabilitas bisa mengikuti acara-acara yang digelar di tempat kami," tuturnya.

Nantinya setelah lift di kantor Bupati rampung dibangun, Halim akan melakukan perubahan terhadap bangunan sejumlah kantor pelayanan publik lain agar bisa diakses oleh warga disabilitas. "Termasuk kantor dinas, harus ada akses untuk warga disabilitas. Agar mereka bisa dengan mudah mendapatkan layanan di dinas, termasuk bertemu Kepala Dinas," tandasnya.