Pemda DIY Memperkuat Sektor Telekomunikasi dengan Vaksinasi

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X (empat dari kiri) dalam kunjungannya di acara vaksinasi untuk pekerja telematika di Mandala Bhakti Wanitatama, Sleman, DIY, Kamis (2/9). (Harian Jogja - Sirojul Khafid)
03 September 2021 07:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY terus menggencarkan vaksinasi di berbagai sektor. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY, Dinas Kesehatan DIY, dan Tower Bersama Group menyelenggarakan vaksinasi untuk karyawan perusahaan telekomunikasi, informatika, dan sektor pendukungnya.

Vaksinasi ini juga didukung oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Menurut Kepala Diskominfo DIY, Rony Primanto Hari sektor telekomunikasi dan informatika menjadi salah satu yang penting di masa pandemi Covid-19 ini. Banyak pekerjaan dan pendidikan yang mengandalkan sektor ini semenjak pandemi, terutama dalam komunikasi secara daring. Sehingga pekerjanya juga perlu mendapat perlindungan yang kuat.

"Pekerja telekomunikasi dan informatika menjadi garda terdepan. Harapannya, pekerja ini bisa beraktivitas dalam kondisi sehat. Terlebih beberapa pekerja ini bertemu orang banyak [dalam pekerjaannya], sehingga vaksinasi ini menjadi penting," kata Rony, Kamis (2/9).

Vaksinasi yang berlangsung pada 1-2 September 2021 ini bertempat di Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Sleman, DIY. Kegiatan ini menjadi vaksinasi massal pertama di DIY yang mengkhususkan pada pekerja telekomunikasi dan informatika.

"Ini pertama kali secara khusus [untuk pekerja sektor telekomunikasi dan informatika]. Namun beberapa pekerja sudah mengikuti vaksinasi lain," kata Rony.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Disnakertrans DIY, Amin Subargus mengatakan sasaran vaksinasi ini sekitar 1.800 pekerja. Hari pertama menargetkan 1.000 orang, sementara hari kedua sekitar 800 orang. Seluruh pekerja ini berasal dari 23 perusahaan. Adapun jenis vaksin yang dipakai adalah Sinovac.

Dengan adanya vakasinasi ini, Amin berharap sektor telekomunikasi dan informatika bisa bergerak secara lebih optimal meski di masa pandemi. Terlebih ke depan ada syarat vaksinasi untuk memasuki tempat-tempat tertentu.

Salah satu peserta vaksinasi, Sriyanti, 41, merasa bersyukur mendapat kesempatan ini. Warga Sleman ini melihat bahwa masih banyak masyarakat yang menunggu untuk vaksinasi. Sehingga ini kesempatan yang berharga.

"Semoga dengan vaksinasi ini bisa terbebas dari virus yang berbahaya. Semoga Indonesia semakin sehat kembali dan terbabas dari semua penyakit," katanya.