Pemda DIY Dorong Masyarakat yang Terpapar Covid-19 Manfaatkan Isoter

Asisten Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda DIY yang juga Ketua Tim Percepatan Vaksin Covid-19 DIY, Sumadi (kanan) dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama dalam konferensi pers di Sleman City Hall (SCH), Senin (6/9/2021). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
06 September 2021 20:57 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DIY masih menduduki level 4 hingga Senin (6/9/2021) siang. Hal tersebut membuat beberapa kegiatan belum dapat dilaksanakan salah satunya kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Setda DIY yang juga Ketua Tim Percepatan Vaksin Covid 19 DIY, Sumadi mengatakan ada satu indikator yang membuat DIY masih berada di level 4, yakni soal angka kematian akibat Covid-19 yang masih tinggi.

“Indikator satu yang masih ngganduli. Data Covid-19 Sabtu dan Minggu kemarin ada 200an yang terpapar dan 25 diantaranya meninggal. Ini berarti masih 10 persen [angka kematiannya] sementara angka kematian menurut WHO hanya lima persen dan nasional juga sudah 4,7 persen,” kata Sumadi dalam jumpa pers “SCH Bakti untuk Negeri” di Sleman City Hall, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Menko Luhut: PPKM DIY Turun ke Level 3

Untuk menekan angka kematian, ia mengajak masyarakat yang saat ini terpapar Covid-19 untuk bersedia menempati isolasi terpadu (isoter) agar mendapat pemantauan yang optimal dari pihak tenaga medis. “Kalau hanya isoman [isolasi mandiri] tidak bisa memantau. Isoter itu gratis, semua nakes standby,” jelas dia.

Ia mengakui ada masyarakat yang enggan dirawat di isoter karena adanya anggapan tidak diopeni atau tidak dirawat dengan baik. Menurutnya, tenaga kesehatan di isoter justru memberikan pelayanan yang baik dan fasilitasnya terjamin.

Selain dengan penanganan di isoter, pengendalian kematian juga dilakukan dengan mempercepat vaksinasi. Ia memaparkan sasaran vaksinasi di DIY adalah 70% dari total penduduk DIY yakni sebanyak 2,8 juta orang. Per 1 September 2021 kemarin, capaian vaksinasi adalah 59,12%. “Untuk PTM [pembelajaran tatap muka] semua harus sudah divaksin,” kata Sumadi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama mengatakan angka kematian di Kabupaten Sleman yang berada di angka 4% masih termasuk tinggi. Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan isoter. “Jangan takut ke isoter karena lebih terjamin. Kalau isoman, kumpul keluarga tidak bisa dihindari. Takutnya muncul klaster keluarga,” kata Cahya.

Baca juga: Kasus Covid di Kulonprogo Turun Drastis, Tak Ada Lagi Zona Merah

Menurutnya dua hal yang bisa dilakukan untuk menekan angka kematian akibat Covid-19 adalah mempercepat vaksinasi dan memanfaatkan isoter.

Vaksinasi tidak hanya bisa dilakukan di pusat layanan kesehatan seperti puskesmas tetapi juga di sentra vaksinasi seperti di Sleman City Hall (SCH). Uray Dewi selaku Public Relations SCH menjelaskan SCH memiliki beberapa venue yang dapat digunakan untuk kegiatan vaksinasi, antara lain di Atrium Rama lantai Ground Floor (GF), area garden dan brainspot lantai 1, serta mini hall lantai 2 dan Selasar Malika Ballroom Lantai 3.

Fasilitas penunjang kegiatan vaksinasi di SCH juga mumpuni, selain area yang luas, akses ke SCH yang mudah, area parkir yang luas, seluruh lantai telah tersedia mushala bagi peserta dan panitia vaksin yang ingin beribadah, serta restroom khusus untuk penyandang disabilitas. “Kapasitias lift pengunjung yang besar dengan kapasitas delapan orang [dengan physical distancing] dapat digunakan oleh penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda untuk menuju ke area vaksinasi,” jelas dia. Para peserta vaksinasi juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak selama berada di mal.